Selasa, 14 Mei 2024

Terpesona Keasrian Taman Permana, "Padang Penggembalaan Sapi" yang Sedang Viral

Salah Satu Sudut Taman Permana yang Asri | @kaekaha

Taman Permana, itulah nama destinasi wisata yang sekarang sedang nge-hits sekaligus menjadi buah bibir masyarakat di seantero Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Destinasi wisata alam yang secara administratif masih termasuk dalam wilayah kecamatan Kota Pelaihari (sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Banjarmasin, arah ke Kabupaten Kotabaru atau Tanah Bumbu), Ibu Kota Kabupaten Tanah laut ini, lokasinya persis di pinggir akses jalan menuju destinasi andalan Kabupten Tanah Laut lainnya, yaitu wisata Pantai Takisung.


Papan Nama "Darurat nan Sederhana" yang tampak dari Jalan Raya | @kaekaha


Konon, para pelancong yang pulang dari Pantai Takisung juga yang pertama kali "menemukan" eksotisnya kombinasi hamparan hijau dedaunan beraneka ragam jenis pepohonan dan juga padang rumput yang tumbuh subur pada tanah dengan kontur berbukit-bukit yang tadinya memang difungsikan oleh pemiliknya sebagai padang penggembalaan sapi-sapi peliharaan tersebut.

Baca Juga :  Menjelajah Banua Hujung Tanah, Titik Paling Selatan Pulau Kalimantan

Jika dari arah Kota Pelaihari, lokasi destinasi Taman Permana yang terletak di Desa Telaga ini berjarak sekitar 4 km saja dan terletak di posisi sebelah kanan jalan menuju ke Pantai Takisung. Begitupun sebaliknya, jika dari arah Pantai Takisung menuju ke Kota Pelaihari atau ke Kota Banjarmasin atau Kota-kota lain di Kalimantan Selatan.


Perpaduan Hutan dan Savana yang Menyegarkan | @kaekaha

Relatif mudah untuk menemukan destinasi wisata yang dikelola oleh keluarga Bapak Edi Permana ini, selain dari lokasinya yang tepat di pinggir jalan, Taman Permana yang sekarang sedang menjadi buah bibir sekaligus viral di medsos masyarakat Kalsel dan Kalteng, pengunjungnya sedang membludak, hingga lokasinya mudah dikenali karena banyaknya mobil yang parkir di lokasi.

Bahkan khusus untuk akhir pekan, dari pantauan di lokasi wisata yang tampak berbukit-bukit dengan latar "hijau menyegarkan" ini, selain kendaraan roda dua dan roda tiga, masyarakat dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan dan Tengah yang ingin menikmati kesegaran udara kawasan yang begitu asri ini juga tampak menggunakan moda transportasi bus dan truk, bahkan tampak juga beberapa armada dump truk yang terparkir. 

Hamparan Rumput Hijau yang Begitu Rapi | @kaekaha

Akhir pekan, hari Sabtu-Minggu plus hari libur tanggal merah, tampaknya menjadi peak seasson-nya destinasi wisata yang menawarkan uniknya konfigurasi alam khas bumi tuntung pandang, Kabupaten Tanah Laut yang memadukan keasrian hutan hujan khas Kalimantan yang juga dikenal sebagai paru-paru dunia dengan padang savana hijau-segar, berupa hamparan rerumputan yang tumbuh subur, memanjakan mata.

Baca Juga :  Kegundahan di Balik Nikmatnya Nasi Kuning Dendeng Rusa, Khas Banjarmasin

Lahan destinasi wisata dengan latar alam yang ijo royo-royo ini, menurut crew kebersihan yang tampak terus mobile "panen daun" di antara keluarga-keluarga pengunjung yang tengah bersantai dengan menggelar tikar atau alas duduk "massal" lainnya itu, luasnya sekitar 4 hektar dari total sekitar 40 hektar yang di kelola oleh keluarga.

Pintu Masuk Sederhana | @kaekaha

Selain taman yang sekarang sedang viral, meskipun sebenarnya relatif belum mendapat "sentuhan" apa-apa alias masih mengandalkan konfigurasi alam secara alamiah semata, lahan seluas itu konon kedepannya akan diproyeksikan menjadi semacam destinasi wisata murah terpadu untuk rakyat, jadi semacam kebun raya plus .

Selain akan terus ditanam berbagai pohon buah-buahan dan pohon-pohon langka lainnya sebagai sarana edukasi sekaligus konservasi, kedepannya lahan sawit yang tidak terlalu jauh dari lokasi taman juga akan diberdayakan lebih maksimal dengan beberapa penambahan fasilitas seperti kolam pemancingan berikut infrastrukturnya.

Jembatan Kayu di Antara Dua Puncak Bukit Kecil | @kaekaha

Sejauh ini, selain asrinya kawasan taman yang ditumbuhi beragam pohon buah-buahan dan pepohonan hutan lainnya bisa me-refresh fisik dan psikis pengunjung, taman Permana ini juga dilengkapi dengan banyak spot instagramable buatan, seperti jembatan yang menghubungkan beberapa puncak bukit dari sekian banyak bukit kecil di kawasan taman.

Tidak hanya itu, beberapa pondok berdesain panggung dari bahan kayu yang juga bisa berfungsi sebagai menara pandang turut memperindah landscape taman yang bisa membuat pengunjung bisa betah dan bertahan lebih lama di lingkungan taman yang hamparan rumputnya mirip lapangan golf tersebut. 


Pondok Berdesain Panggung | @kaekaha

Oya, untuk savana alias padang rumput yang rapinya mirip lapangan golf tersebut, konon bukan karena jenis rumputnya ataupun karena perawatan atau tepatnya pemangkasan rutin layaknya padang rumput lainnya lho! Tapi karena padang rumput ini memang lahan penggembalaan ternak sapi. Jadi sapi-sapi itulah yang memangkas rumput-rumput tersebut secara rutin tiap harinya, hingga terlihat rapi seperti sekarang.

Uniknya, sejak pengunjung taman terus membludak, akhirnya lahan pengembalaan sapi justeru dipindah di lokasi lain, anehnya meskipun tidak ada lagi yang secara kontinyu "merapikan-nya", rumput di padang tersebut tetap rapi seperti saat masih menjadi padang penggembalaan sapi-sapi ternak tersebut. 

Mungkin karena diinjak-injak sama pengunjung, kali ya? He...he...he...

Cantiknya Savana dengan View Hijau Segar | @kaekaha

Harapan kedepannya,  karena pengunjung yang datang secara faktual mempunyai maksud dan tujuan yang beragam, ada yang sekedar ingin menikmati segarnya udara di lingkungan taman atau juga segarnya pemandangan alam yang hijau di seputar taman, ada juga yang memang ingin camping atau berkemah, bahkan ada juga yang ingin outbound, masak-masak dan lain-lainnya, maka ada baiknya, kedepan di buatkan semacam zonasi kawasan yang disesuaikan dengan peruntukan. 

Sehingga beragam aktifitas pengunjung tidak hanya bisa dipetakan lokasinya dengan jelas sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya, tapi pengunjung juga bisa memaksimalkan masing-masing aktifitasnya tanpa saling mengganggu. 

Semisal dibuatkan zona untuk camping dan bermalam baik perorangan maupun komunitas, zona outbound, zona pemancingan, zona untuk jalan-jalan atau bisa juga untuk jogging, zona kuliner, zona mainan anak-anak dan lain-lainnya.

Arena Permainan Trampolin | @kaekaha

Memang saat ini, di dekat pintu masuk yang sepertinya memang disetting menjadi satu blok cluster khusus untuk area permainan anak-anak, sudah mulai ada yang masuk dan mengoperasikan beberapa fasilitasnya, seperti arena ketangkasan trampolin, mandi bola, mobil-mobilan remote control dan lain-lain, juga arena melukis, memasak, memancing. 

Tapi karena unit permainan dan juga ragamnya yang relatif masih terbatas, sepertinya "pe er"  pengelola masih belum selesai untuk bisa semaksimal mungkin memberikan fasilitas tambahan agar pengunjung lebih betah untuk berlama-lama dan suatu saat nanti merasa "harus kembali" ke Taman Permana.

Tidak hanya itu, penyediaan fasilitas umum  seperti mushalla dan toilet yang cukup dan representatif, sepertinya menjadi pe er lanjutan bagi pengelola agar eksistensi taman yang mudah-mudahan tetap bisa menghadirkan nuansa hijau di tengah terik mentari dan kering-kerontang-nya alam di bulan kemarau nanti.

Pedagang Kuliner Darurat | @kaekaha

Begitu juga dengan zona parkir yang masih belum terorganisir dengan baik dan yang tidak kalah penting adalah zona kuliner! Keduanya, sejauh ini masih terlihat ala kadarnya alias darurat. Terlebih untuk urusan kuliner yang sementara ini hanya "buka" di akhir pekan saja!

Seperti kita pahami bersama, jalan-jalan ke destinasi wisata pasti kurang lengkap jika tidak dilengkapi dengan kulineran,. Betul nggak? 

Salam dari Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!


Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar