Kamis, 15 Februari 2024

Bakso Nyut, Jitunya "Ilmu Selisih" dan Solusi Mbakso Pagi-pagi di Banjarmasin

Semangkuk Bakso Nyut | @kaekaha

Mbakso pagi-pagi!? Lhah apa Yo enak?

Itulah jawaban istri dan anak-anak saya ketika saya memberikan satu gagasan cemerlang mengisi pagi kami sekeluarga, setelah sehabis Subuh tadi kami kerja bakti rame-rame, beberes dan beberesih seisi rumah dan lingkungan sekitarnya hingga kira-kira matahari sudah naik sepenggalah atau sekitaran jam 8-an pagi.

Maklum, meskipun gara-gara pengaruh dari saya, isteri dan anak-anak saya juga menjadi penikmat kuliner berkuah kaldu, termasuk bakso, kami memang belum pernah menikmati sedapnya mbakso alias andok bakso di pagi hari.

Baca Juga Yuk! Taste Atlas Rilis 100 Makanan Terburuk di Dunia, Ada Juga Lho dari Indonesia!

Selain masalah waktu yang pastinya diantara kami memang sulit untuk dipertemukan, karena aktifitas masing-masing, di seputaran Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas! ini juga sangat jarang ada kedai bakso yang buka dari pagi.

Memang ada sih, beberapa kali saya menemukan penjual bakso yang sudah buka dari jam 9 pagi, tapi setelah kita coba ternyata tidak cocok dengan selera kami. 

Ibu-ibu Antri Bakso | @kaekaha

Tapi semua berubah setelah saya menemukan referensi mbakso yang sesuai dengan selera lidah saya yang terlanjur terstempel sebagai lidah Jawa timuran yang memang identik dengan citarasa kuliner yang mempunyai kecenderungan ke arah gurih, asin dan pedas di kedai Bakso Nyut.

Kedai bakso penyaji bakso pagi-pagi ini sudah buka sekitar jam 08.00 WITA atau jam 7 pagi waktu Surabaya dan Jakarta. Keren kan!?

Saya menemukan kedai bakso dengan cita rasa yang pas dengan selera lidah saya ini secara tidak sengaja, ketika saya sedang asyik-asyiknya blusukan di sebuah pasar tradisional yang terletak di Jalan A Yani km 3, tepat di sampingnya markas Lanal atau Pangkalan TNI AL di kota Banjarmasin yaitu di Pasar Pandu.

Saya dan keluarga memang belum pernah bersengaja ke pasar Pandu ini sebelumnya, selain relatif jauh dari tempat tinggal saya, pasar Pandu ini tergolong pasar kecil dengan pedagang dan barang dagangan yang tentunya juga relatif terbatas, jadinya pasar ini  hanya ramai sampai tengah hari saja.

Mumpung Baru Buka, Bisa Leluasa Memilih Isian Bakso | @kaekaha

Ketika asyik menikmati pemandangan sebagian kota Banjarmasin dari lantai dua Pasar Pandu, Saya melihat di sayap sebelah kiri dari pasar terdapat kedai bakso minimalis yang memanfaatkan sebuah bangunan, kalau tidak salah bekas pos satpam atau warung telekomunikasi.

Baca Juga Yuk! Icip-icip Sedapnya Oseng Parutan Iwak Haruan

Setelah selesai blusukaan sambil membeli beberapa pernak-pernik kebutuhan dapur, sekaligus motret sana-sini, saya langsung bergegas menuju ke kedai bakso Nyut yang ternyata di kelola oleh sepasang suami istri setengah baya, perantauan dari Pulau Jawa.

Tanpa berpanjang lebar saya langsung pesan bakso komplit yang orisinil racikan dari penjualnya. 

Prosedur memesan paket orisinil seperti ini selalu saya terapkan di tempat-tempat baru saat saya kulineran. Tujuannya, agar saya merasakan paket terbaik asli yang di sajikan oleh kedai bakso ini tanpa ada intervensi dari siapapun termasuk saya sendiri.

Metode yang kurang lebih sama biasanya juga saya terapkan ketika mencoba atau icip-icip makanan di tempat baru. Saya akan selalu nyeruput kuah yang masih orisinil terlebih dahulu, sebelum menambahkannya dengan kondimen lainnya. 

Ini penting untuk mengetahui karakter rasa orisinal dari masakan di tempat baru yang saya coba.

Bakso Nyut Full Pentol Urat dan Tetelan | @kaekaha

Begitu juga ketika saya mengawali andok bakso di kedai Bakso Nyut Pasar Pandu Banjarmasin ini dan sluuuuurp! Hmmmmmm rasane memang pas sedapnya. Gurihnya yang cenderung asin memberikan citarasa kenikmatan khas bakso kuah sapi Jawa Timuran yang begitu otentik. Sluuuuuuuuurp, aaaah sedaaaap!

Menurut Pak Nyut, begitu panggilan akrab pemilik kedai bakso ini, Bakso Nyut ini buka pagi mulai jam 08.00 WITA dan tutupnya paling lambat jam 14.00 WITA atau sekitar jam 2 siang. 

Baca Juga Yuk! Empal Gentong Dengkil, Olahan Kikil Bercitarasa Gokil dari Cirebon

Setahu saya sejauh ini, ya Bakso Nyut ini kedai bakso di seputaran Kota Banjarmasin yang bukanya paling sungsung alias paling pagi.

Setidaknya ada dua alasan kenapa Pak Nyut lebih memilih jualan di pagi hari daripada di sore hari seperti kebanyakan kedai bakso lainnya? 

Perangkat Ubarampe dalam Kedai Bakso Nyut | @kaekaha

Alasan pertama, karena kedai baksonya buka di dalam komplek Pasar yang ramainya di pagi hari sampai menjelang siang saja, sedangkan yang kedua, jualan di pagi hari ini merupakan "ilmu selisih" kata Pak Nyut!

Ilmu selisih? Maksudnya pak!? Menyelisihi di sini maksudnya adalah kita berjualan di waktu yang berbeda dengan kebanyakan penjual bakso lainnya.

Kalau umumnya kedai bakso jualan mulai tengah hari atau bahkan mulai sore sampai malam hari, maka menyelisihi itu kita mengambil jam buka ketika mereka tidak buka alias tutup.

Alhamdulillah strategi ilmu selisih ini terbukti manjur! Dengan memilih waktu buka ketika kebanyakan kedai bakso tutup, kedai bakso Nyut menjadikan satu-satunya solusi bagi penikmat bakso yang ingin mbakso alias andok bakso di pagi hari yang ternyata di luar dugaan kita semua sama banyaknya dengan penikmat bakso di sore hari atau malam hari.

Karena serasa tidak ada saingan, maka drama yang terjadi setiap pagi di bakso Nyut, pasar Pandu ini adalah munculnya antrian tempat duduk! Maklum dua ruangan tempat makannya, terhitung sangat kecil jika dibandingkan dengan banyaknya pelanggan yang antusias mbakso di pagi hari.

Kalau antrian memadat, biasanya saya lebih memilih menikmati baksonya sambil nongkrong di kendaraan yang saya bawa.

Baca Juga Yuk! Soto Brakot Mas Aan, Sedapnya Sensasi "Mbrakot" Kaki Sapi Jumbo

Kerennya lagi, "harga dasar" semangkuk bakso di sini menurut saya menjadi yang paling murah di Kota Banjarmasin! Hanya 12 ribuan saja. 

Uniknya, dengan harga dasar tersebut kita tidak harus mengikuti isian paket dari penjualnya, kita juga bisa minta di konversikan ke menu isian sesuai dengan pilihan atau keinginan kita. Pasti asyik!

Bakso Nyut Full Pentol Urat dan Tetelan | @kaekaha

Misalkan kita nggak suka bakso isi telor ayam, atau nggak suka tahu isi bakso atau mungkin nggak suka tetelannya bisa diganti dengan menu isian sesuai selera kita tanpa harus menambah harga. Bahkan yang sering, sama bapaknya sering ditambah sama tertelan atau pentol kecil. Memang Pak Nyut itu baik banget...

Persis seperti menu isian bakso pilihan saya foto diatas. Itu menu isiaanya merupakan request saya yang biasanya memilih dibanyaki pentol urat atau pentol isi urat dan daging, pakai mie kuning dan kuah kaldu yang penuh. Duuuuh ini sedapnya ngangeni!

Baca Juga Yuk! Kisah Serendipiti di Balik Kelezatan Sepiring Tahu Campur

Nah, kalau anda sempat jalan-jalan ke Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas dan kebetulan kepingin bakso pagi-pagi, sekalian melihat-lihat pasar tradisional di tengah kota, langsung saja minta antar ojek online Pasar Pandu ya!

Kecuali hari Ahad atau hari Minggu , Bakso Nyut buka terus untuk memanjakan semua penikmat bakso pagi-pagi!

Semoga Bermanfaat! 

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN




 

Selasa, 13 Februari 2024

Membiasakan Diri Bermental Kaya

Senyumlah! Ini Sedekah yang Paling Mudah | @kaekaha

Sebagai panduan hidup dan kehidupan, Islam secara terstruktur menuntun umatnya, umat Islam (maaf bukan umat muslim ya! Karena dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dikenal istilah umat muslim) menuju kesuksesan dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat secara proporsional.

Salah satunya adalah tuntunan menjadi pribadi bermental kaya yang selalu berpikir untuk menambah nilai benefit dari kekayaannya, agar bisa membawanya sukses hidup di dunia dan akhirat!

Luar biasanya, banyak sekali nash dalam Al Qur'an maupun Al hadits, baik secara implisit maupun eksplisit memotivasi kita, umat Islam untuk bermental kaya!

"Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian." (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Rasulullah SAW dengan gamblang dan jelas banget, memberi tahu kita, pahala salat berjamaah itu senilai dengan 27 kali lipat dibandingkan salat sendirian atau munfarid dan untuk laki-laki afdhalnya shalat 5 waktu itu di masjid bukan di rumah!

Tetapi apa yang kita lihat sehari-hari!? Masih banyak umat Islam yang bermental miskin! Sering kita temui di masjid-masjid persinggahan di rest area, mall atau di pinggir jalan raya antar kota, terlihat umat Islam yang masih saja memelihara mental miskin dengan memilih shalat sendirian, padahal di depan atau di sekitarnya ada orang-orang yang melaksanakan shalat berjamaah.

Kasihan bukan! Kenapa mereka masih memilih perkara yang "keuntungannya" kecil?

Baca Juga Yuk! Mulakan dengan Bismillah

Tidak hanya itu! Dalam Al Quran Allah SWT juga menjanjikan "nilai tambah" yang secara implisit mengajari kita berpikir kaya dan bermental kaya melalui sebuah firmanNya yang begitu kental dengan ilmu matematika.

Itu bisa kita dapatkan pada Al Quran surah 2 ayat 261 yang secara lugas menerangkan perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT, serupa dengan 1 biji yang menumbuhkan 7 tangkai dan pada masing-masing tangkai terdapat 100 biji.

Kalimat matematika dari QS. 2 ayat 261 diatas bisa diringkas menjadi  (1 x 7) x 100 = 700

Begitulah gambaran "cara kerja" matematika sedekah. Hitung-hitungan pelipat gandaan ganjaran, pahala, reward atau keuntungan dari Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki, yaitu orang-orang yang bersedekah. Sungguh, Allah SWT Maha luas karunianya lagi maha mengetahui segala sesuatu!

Nash dalam Al-Qur'an ini didukung oleh  hadis Rasulullah sahih dari HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah yang menyebutkan sedekah tidaklah mengurangi harta.

Tapi sayang, meskipun telah sebegitu gamblangnya Al Qur'an dan Hadits memberikan petunjuk dan penjelasan kepada kita, masih saja banyak di antara kita yang mengaku beriman pada Al Quran dan Sunnah, tapi tidak juga terdorong dan tersadarkan untuk bermental kaya, memperbanyak infaq, sedekah ataupun berzakat.

Masih banyak diantara kita umat Islam yang lebih mudah mengeluarkan 100.000 untuk ngopi-ngopi cantik di cafe, tapi tega banget! Sampai membongkar isi dompet habis-habisan sekedar untuk mencari uang pecahan paling kecil, ketika mau infaq pas shalat Jumat. Subhanallah!

Baca Juga Yuk! Jenazahnya Sudah Dimandikan? 

Mungkin kisah Abu Dzar Al-Ghifari, salah satu sahabat Rasulullah yang bermental sangat kaya berikut ini bisa menginspirasi kita semua untuk tergerak, membiasakan diri bermental kaya, khususnya dengan shalat berjamaah 5 waktu di masjid dan memperbanyak sedekah. Insha Allah!

Suatu ketika Abu Dzar Al-Ghifari kedatangan seorang tamu dan beliau meminta kepada asistennya untuk menyembelih seekor domba terbaik miliknya untuk disajikan kepada sang tamu.

Ternyata, sang asisten merasa sayang menyembelih domba terbaik kesayangan Abu Dzar Al-Ghifari dan lebih memilih menyembelih domba lainnya untuk dimasak buat sang tamu.

Ketika mengetahui hal ini, ternyata Abu Dzar Al-Ghifari justeru marah besar kepada sang asisten. Kenapa tidak mengikuti perintahnya untuk menyembelih domba terbaik miliknya guna dipersembahkan kepada sang tamu?

Padahal Abu Dzar Al-Ghifari sangat menginginkan harta terbaiknya-lah yang akan menemaninya di alam kubur kelak.

Karena itulah kekayaan abadi yang kelak berlipat-lipat ganda nilai kebaikannya, pahalanya berkat keikhlasannya memuliakan tamu.

"Haaalllah, kita kan miskin! Makan saja susah bagaimana kita mau sedekah!?"

Begitulah orang bermental miskin sering menjadikan kekurangannya sebagai tameng alasan. Selain berasa banget tidak bersyukurnya, bukankah Islam begitu banyak memberi kemudahan untuk kita menjadi kaya raya, untuk bermental kaya!

Bukankah menolong orang yang mencari alamat atau orang yang mencari jalur angkot hingga ia dapat naik angkot juga sedekah?

Baca Juga Yuk! Perjalanan Darat Terjauh dan Terberat dalam Sejarah Manusia

Bukankah, membantu mengangkatkan barang bawaan ibu-ibu yang kebanyakan bawaan ke atas becak atau kendaraannya juga sedekah!?

Bukankah menyingkirkan paku atau rintangan apapun di jalan yang mengganggu di jalan raya juga sedekah!? Bahkan, seolah senyum yang ikhlas juga sedekah.

Oh iya hampir lupa, bukankah setiap langkah kaki kita ke masjid itu juga sedekah!?

Tidak mampu juga, memberi sekedar senyum terbaik kepada keluarga kita, teman-teman kita, tetangga kita, anak buah kita, customer kita!?

Kalau memang sudah tidak sanggup lagi, ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Semoga Allah SWT mendekatkan kita pada jiwa-jiwa bermental kaya. Insha Allah.

Semoga Bermanfaat! 

Salam matan Kota 1000 sungai, Banjarmasin nan bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN









































 

Selasa, 23 Januari 2024

Malem Mingguan Bareng Last Kiss-nya Pearl Jam, Yuk!

Pearl Jam di Awal 2000-an | therock.net.nz


Oh where oh where can my baby be 

The Lord took her away from me 

She's gone to heaven so I got to be good 

So I can see my baby when I leave this world ... 

Pearl Jam -- Last Kiss

Penikmat lagu-lagu rock dan balada di akhir era 90-an pasti pernah mendengarkan lagu yang ngehits kembali setelah "tidak sengaja" dipopulerkan kembali oleh Pearl Jam, salah satu dari punggawa the big four of Grunge alias band-band pengusung trend Seattle Sound atau kita lebih mengenalnya sebagai band-band alternatif terbaik di jamannya. Anda juga gengs!?

Nomor Last Kiss yang bercitarasa "riang" dan memang  enak di dengar ini, sebenarnya menceritakan kisah sedih nan tragis yang ditulis oleh Wayne Cochran berdasar sebuah kisah nyata untuk  dipopulerkan oleh J. Frank Wilson & The Cavaliers  pada 1964 silam.

Lagu ini merupakan salah satu lagu kenangan saya di akhir-akhir "tugas belajar" di Kota Tembakau di ujung timur Pulau Jawa. Entah kenapa, setiap kali selesai memainkannya dengan gitar bolong atau sekedar mendengarkannya saja, selalu muncul rasa bersemangat yang berlipat!


Jadi, kalau lagi kangen dengan masa-masa itu (seperti malam Minggu ini!) atau kangen dengan si kota tembakau berikut orang-orang cantik yang masih ada disana, saya masih sering memutar lagu yang konon ditemukan oleh Eddie Vedder, front man-nya Pearl Jam itu saat lagu  ini sedang diputar di toko barang antik di salah satu sudut Seattle, sesaat sebelum dia  manggung.

Selanjutnya, setiap malam Eddie selalu mendengarkan versi asli lagu ini sampai akhirnya dimainkan saat tour 1998.

Uniknya, lagu yang dinilai para penggemar berat Pearl Jam sama sekali tidak menunjukkan soul-nya pearl jam dan sudah pasti dalam sejarahnya konon menjadi sangat tidak disukai oleh fans Pearl Jam garis keras ini direkam secara live saat band sedang check sound di Constitution Hall, Washington DC.

Baca Juga Yuk! Mulakan Dengan Bismillah 

Kerennya, meskipun tidak disukai fans garis kerasnya sendiri dan tidak pernah masuk, apalagi rilis baik dalam bentuk single maupun album, nomor Last Kiss yang secara musikal memang sesuai dengan tren musik saat itu yang sedang dikuasai oleh genre pop rock justeru semakin menjadi mainstream, laris, hingga booming dan populer di tangga-tangga lagu radio.

Ini hebatnya Last Kiss-nya Pearl Jam, dibenci dan dirindukan di saat yang sama! Tidak heran jika sampai sekarang, Pearl Jam tidak akan pernah meninggalkan nomor ini dalam repertoar disetiap konser-konsernya.



Sama sekali tidak menyangka, jika daur ulang Last Kiss akhirnya justru menjadikan Pearl Jam meraih sukses besar, hingga berada di urutan 2 Billboard Hot 100, no. 4 di Top 40 Mainstream dan no.2 Billboard Modern Rock Track.

Gayung bersambut, tidak mau melewatkan momentum, akhirnya manajemen Pearl Jam memutuskan untuk merilis ulang  sekaligus menjual secara resmi lagu yang pernah tercatat menjadi the highest-charting Pearl Jam song in  the US tersebut pada 8 Juni 1999.

Sebelumnya, nomor ini sudah masuk dalam album Charity atau amal yang berjudul No Boundaries: A Benefit for the Kosovar Refugees (1999) dan luar biasanya, hasil dari royalti semuanya disumbangin ke  korban perang Kosovo.

Seperti belum puas juga, nomor Last Kiss ini akhirnya secara resmi menjadi bagian dari 30 lagu dalam album kompilasi Lost Dog yang rilis pada 11 Nopember 2003 silam. 

Last Kiss for you! 

Semoga Bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN 




 

Eduwisata Mengenal Satwa di "Kebun Binatang Keliling" Pasar Ahad, Banjarmasin

Beragam Jenis Unggas di "Kebun Binatang Keliling" Pasar Ahad  | @kaekaha

Pasar Ahad di Km. 7 atau Urang Banjar lebih familiar menyebutnya sebagai Pasar Pal 7 ini, sesuai namanya akan selalu lebih ramai bila tiba hari pasar, yaitu di hari Ahad atau hari Minggu.

Bila hari pasar tiba, selain pedagang reguler yang setiap hari memang berjualan di los-los pasar tradisional tiga lantai sesuai peruntukannya yang ada tersebut, maka di semua lahan halaman sekeliling pasar akan di penuhi pedagang-pedagang "sepasaran" yang datang dari berbagai daerah di seputaran Banjarmasin, termasuk daerah pelosok pedalaman dengan beragam jenis dagangan yang umumnya tidak dijual di hari-hari biasa. Ini yang unik!

Beragam Jenis Unggas di "Kebun Binatang Keliling" Pasar Ahad  | @kaekaha

Biasanya, pedagang-pedagang dari pedalaman ini membawa dagangan-dagangan yang sifatnya lokal dan tradisional seperti buah dan sayur-sayuran hasil kebun atau hasil hutan, kerajinan tangan, aneka kuliner, termasuk beragam wadai atau kue-kue tradisional Banjar yang beberapa diantaranya sudah sangat langka dan jarang bahkan sangat sulit untuk didapatkan lagi.

Baca Juga :  Esai Foto | Para Penjemput Rizki di Pasar (Tradisional) Ahad, Banjarmasin

Tidak hanya itu, di halaman bagian belakang dan depan pasar, setiap Ahad juga menjadi tempat berkumpulnya para pedagang bermacam-macam binatang, baik binatang untuk peliharaan maupun binatang khusus untuk konsumsi yang datang dari berbagai daerah. 

Anakan Berang-berang Hasil Pembiakan Sedang Disusui oleh Pedagangnya | @kaekaha

Bahkan karena saking banyaknya ragam jenis hewan yang dijual, setiap Ahad, tempat ini berubah menjadi selayaknya kebun binatang. Hingga dijuluki Kebun Binatang Keliling oleh masyarakat sekitar.

Memang, jenis binatang unggas dan beragam ikan-ikanan air tawar menjadi yang terbanyak mengisi koleksi area "kebun binatang keliling" ini.

Ada dua golongan ikan yang menjadi koleksi "kebun binatang keliling" di Pasar Ahad ini, yaitu ikan konsumsi dan ikan hias yang keduanya sama-sama berhabitat di air tawar, khususnya di ekosistem perairan darat berupa sungai dan rawa.


Ikan Hias Kesukaan Anak-anak | @kaekaha


Untuk ikan konsumsi, di pasar ini jenis ikan yang dijualnya sangat lengkap, mulai dari ikan haruan dan tauman atau ikan gabus, ikan pentet atau lele, ikan papuyu atau betok/bethik, Sapat, Sapat Siam, nila, baung, lais, ikan pipih atau ikan belida, ikan kalabau atau keluarga ikan gurami dan banyak lagi yang lainnya.

Dulu, masyarakat Banjar mempunyai kebiasaan mengkonsumsi anakan ikan, tidak heran jika kemudian banyak pedagangnya di pasar.

Tapi Alhamdulillah, karena sekarang memperjualbelikan anakan ikan termasuk ilegal dan ada hukuman pidananya, maka penjual anakan ikan untuk konsumsi relatif sulit di dapat di pasar, termasuk di "kebun binatang keliling" Pasar Ahad ini.

Ikan Belida, Ikan Lays, Ikan Haruan dan Ikan Baung | @kaekaha

Tidak hanya itu, untuk ikan hias "kebun binatang keliling" ini juga banyak menyediakan ragam pilihan, mulai dari ikan-ikan kecil kesukaan anak-anak, semacam ikan cupang, ikan mas koki, ikan komet dll, sampai ikan-ikan hias akuarium yang berharga lumayan mahal, semuanya ada.

Baca Juga:  Berita Bahagia dari Pasar Rakyat

Berbagai jenis unggas, termasuk unggas berhabitat rawa-rawa yang memang lazim menjadi olahan kuliner sedap di Banua Banjar semuanya berkumpul disini setiap hari ahad. Seperti beragam ayam-ayaman, mulai ayam lokal, ras, ayam petelur afkir, sampai ayam aduan seperti ayam Bangkok dan juga ayam hias macam Pithik Walik, ayam hutan, ayam ketawa, ayam mutiara, ayam Kate, Serama, ayam kalkun dan banyak lagi yang lainnya semua ada.

Anakan Ikan yang Dikonsumsi Sekarang Sudah Dilarang Diperjualbelikan | @kaekaha

Begitu juga beragam jenis keluarga itik, seperti itik dari Alabio, Mojosari dan jenis lainnya. Ada juga jenis itik- hasil persilangan seperti itik serati. Tidak hanya itu, diisini juga ada macam-macam itik Jepun alias entok, belibis, angsa dan banyak lagi yang lainnya.

Uniknya lagi, umur masing-masing unggas yang siap diperjualbelikan ini juga sangat lengkap, dari yang baru menetas sampai yang sudah hampir afkir alias sudah tidak produktif lagi, semuanya ada.


Burung Ruak-ruak si pelari, Satwa Khas Ekosistem Rawa-rawa Kalimantan | @kaekaha

Bagi penggemar burung, hari Minggu di "kebun binatang keliling" Pasar Ahad ini serasa menikmati kepingan surga yang dikirim khusus kepada mereka. Bagaimana tidak!? Mereka bisa melihat-lihat sekaligus, menikmati kecantikan raga dan suara merdu kicauan beragam burung-burung Nusantara. Gratis tidak harus bayar!

Baca Juga:  Pasar Tungging, Simalakama Pasar Rakyat "Berjadwal" Khas Urang Banjar

Dari burung-burung biasa seperti ribuan burung emprit atau Pipit dalam sangkar besar, beragam burung dara, burung kutilang, burung perkutut, beragam jenis burung jalak, murai batu, love bird sampai burung hantu dan banyak lagi lainnya yang saya tidak begitu tahu namanya.

Si Onyet, Owl dan Musang | @kaekaha

Bahkan seringkali terlihat ada beberapa jenis burung yang sebelumnya saya belum pernah melihat wujudnya, sebagian besar mereka ini burung yang habitatnya di rawa-rawa dan relatif jarang diperjual belikan. 

Tapi para penjualnya menyebut burung-burung hasil tangkapan langsung yang mereka jual, dagingnya memang biasa dikonsumsi masyarakat pesisir, jadi dijamin nyaman untuk dimasak jadi lauk makan dan yang terpenting bukan jenis burung yang sudah langka apalagi dilindungi.

Inilah salah satu sebab Pasar Ahad yang lokasinya hanya ratusan meter saja dari batas kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar ini, disebut-sebut juga sebagai pasar tradisional terlengkap di seputaran Kota Banjarmasin yang masih bisa mempertahankan ketradisionalannya, sehingga sering menjadi rujukan masyarakat untuk mendapatkan barang atau produk tradisional "langka" yang sudah tidak ada dijual di pasar-pasar lain.

Beragam Jenis Kelinci dan Kucing, Menjadi Perhatian Banyak Pengunjung | @kaekaha

Tidak heran jika hari Minggu tiba, tidak hanya masyarakat seputaran Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar saja yang menjadikannya sebagai destinasi eduwisata belanja tradisional, tapi juga warga dari kota bahkan propinsi tetangga mulai anak-anak sampai pakayian alias kakek-kakek sama paninian atau nenek-nenek semua hadir!  

Bahkan pada musim-musim tertentu ada saja turis-turis asing yang menginap di hotel depan pasar ikut berjejal di pasar ini.

"Kebun Binatang Keliling" di Pasar Ahad ini secara tradisi sejatinya sudah lama eksis menjadi destinasi eduwisata bagi masyarakat sekitarnya untuk lebih dekat, mengenal berbagai jenis binatang yang hidup di sekitarnya.

Kalomangnya Imut-imut Lho! | @kaekaha

Kedepannya, "Kebun Binatang Keliling" ini sangat potensial dikembangkan menjadi destinasi eduwisata yang tidak hanya menyajikan wisata belanja di pasar tradisional yang unik semata, tapi juga eduwisata pengenalan beragam jenis satwa kepada masyarakat, terutama anak-anak. 

Agar mereka juga mengenal dunia binatang yang hidup disekitarnya plus agar segera tumbuh rasa memiliki, sense of belonging terhadap binatang sejak dini.

Bagi penggemar binatang-binatang peliharaan selain unggas dan jenis ikan-ikanan, "kebun binatang" keliling di pasar Ahad ini juga banyak memberikan pilihan lho! Mulai dari beragam spesies dan juga jenis kucing, kelinci, iguana, ragam jenis kadal-kadalan, landak mini, musang, tupai, sugar glider, berang-berang, kelomang, kura-kura, bulus sampai ular dan monyet juga ada.

Landak Mini ini Juga Nggak Kalah Imut Lho! | @kaekaha

Uniknya lagi, selain binatang piaraan, di "Kebun Binatang Keliling" ini juga banyak pedagang yang menjual pakan dari beberapa binatang piaraan berjenis carnivora. Artinya, pakannya juga dari jenis binatang, seperti tikus putih, cacing tanah, ulat bubung, kelabang, jangkrik, anak kodok, sampai jentik nyamuk juga cicak.

Semoga Bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai,
Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN




 

Minggu, 14 Januari 2024

Mulakan dengan Bismillah

Album Raihan | @kaekaha

Dimulakan dengan bismillah
Disudahi dengan alhamdulillah
Begitulah sehari dalam hidup kita
Mudah mudahan dirohmati Allah

Bagi generasi 90-an, apalagi yang seneng musik nasyid alias musik religi Islam, tentu sangat familiar dengan penggalan lirik nasyid berbahasa Melayu Malaysia yang pernah dipopulerkan oleh kelompok seni nasyid dari selangor-Malaysia, Raihan diatas.

Syair nasyid yang secara lugas memberi ajakan untuk memulai semua perbuatan baik kita dengan membaca Bismillah ini, sarat dengan cengkok-cengkok khas Melayu yang kental dari Nazrey Johani, sang vokalis utama.

Kecerdasan penulisan liriknya dengan diksi semi puitis dan tema yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari, menjadikan syair lugas dalam nasyid Bismillah ini mempunyai karakter yang kuat.



Tidak hanya itu! Pilihan nada-nada melodik khas Melayu pada nasyid ini juga tidak kalah keren. Relatif sederhana tapi mengena, hingga terasa nyaman didengar, gampang diingat, dan pastinya jadi mudah untuk didendangkan!

Nasyid persembahan Raihan ini, terangkum dalam album ke-3 yang rilis pada medio 1999 dengan titel senyum. Konon, inilah album Raihan yang disebut-sebut banyak kalangan sebagai album masterpiece-nya Raihan!

Baca Juga :  Raihan dan Jejak Dakwah dalam Setiap Komposisi Nasyidnya

Memilih berbeda dengan album musik lainnya pada masa ituyang selalu meletakkan single hits sebagai single pembuka di kaset, maka Raihan justeru meletakkan single "Bismillah", sebagai nasyid pembuka alias track permulaan album, baru disusul single lainnya, termasuk nasyid berjudul senyum yang menjadi single jagoan dalam album ini.

Lirik Bismillah di Cover Kaset | @kaekaha

Sekedar informasi, gubahan nasyid berjudul senyum inilah yang kelak mengantarkan Raihan menjadi kelompok nasyid tersohor dan tersukses dalam sejarah nasyid dunia.

Hebatnya lagi, kesuksesan Raihan dengan album-album nasyid-nya yang sangat fenomenal dan tidak pernah diperhitungkan sebelumnya, kelak punya andil signifikan dalam merubah peta persaingan hiburan musik, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Raihan dan Rabbani, Kisah "Koleksi Seumur Hidup" dari 2 Grup Nasyid Idola untuk Anak-anakku 

Terutama hiburan musik di negara-negara dengan basis muslim mayoritas seperti Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam dan akan semakin terasa vibes-nya di sepanjang bulan ramadan, dari akhir 90-an sampai akhir dekade pertama milenium baru.

Itulah awal mula, dakwah Raihan dengan seni nasyid-nya pada saat itu begitu identik dengan bulan ramadan, sehingga menginspirasi banyak generasi muda muslim di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia untuk ikut menggubah lagu dengan tema-tema ke-Islaman yang kelak kita akan mengenalnya sebagai lagu pop reliji.

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN

Lantas, apa sebenarnya keutamaan membaca Bismillah di awal semua aktifitas (baik dan positif)!? Sampai Raihan merasa perlu dan berkepentingan menggubah lagu dakwah terkait hal ini.

Banyak sekali sumber literasi yang menjabarkan keutamaan melafazkan Bismillah, sebelum beraktifitas yang  pada hakekatnya adalah "melibatkan Allah SWT dari awal sampai akhir di semua aktifitas baik yang kita lakukan, sekaligus bukti penghambaan kita kepada yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, karena kita tidak berarti apa-apa tanpaNya!" 

Sesuai Sunnah Rasulullah SAW, kesemuanya mengerucut pada 3 manfaat berikut, yaitu

1. Terjaga Dari Setan

2. Menyempurnakan Barakah

3. Dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala Dari Gangguan Jin


Bahkan dalam sebuah riwayat yang sahih disebutkan kisah Nyata Khalid bin Walid terkait keutamaan membaca Bismillah tersebut. Berikut kisahnya!

Suatu ketika Khalid hendak diracun oleh orang asing dan para sahabat yang mengetahui gelagat berbahaya tersebut,  nengingatkanya, agar berhati-hati dengan racun dalam minuman yang dihidangkan orang asing.

Tapi dengan keyakinan penuh Khalid justeru selalu meminum air yang dihidangkan siapapun sampai habis, setelah sebelumnya selalu mengucapkan lafadz Bismillah terlebih dulu dan ternyata atas izin Allah, Khalid selamat dan sehat wal a fiat.

Yuk, mulai sekarang  membiasakan diri memulai aktivitas (baik) apapun dengan Bismillah!

Semoga bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai,
Banjarmasin nan Bungas!



Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN



 

Memoar Bang Dizzman Si Manusia Bandara

Buku Manusia Bandara Karya Monumental Bang Dizzman | @kaekaha

In Memoriam

Tadi pagi, waktu  beberes tumpukan koleksi buku-buku di kamar, nggak sengaja saya menemukan buku berjudul manusia bandara karya monumental almarhum Bang Dizzman atau para kompasianer juga mengenal beliau sebagai Bang Diaz Rossano.

Saya masih ingat, buku ini bisa sampai ke tangan saya di Kota 1000 Sungai Banjarmasin nan Bungas!, sekitar 4 tahun silam, setelah saya memenangkan lomba menulis tentang pariwisata di daerah masing-masing yang diadakan oleh komunitas traveler Kompasiana (KOTEKA), dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-4.

Uniknya lomba ini, foto-foto pariwisata dari artikel pemenang akan dipamerkan di Jerman oleh ketua KOTEKA, Mbak Gana Stegman yang memang menetap di Jerman.

Sebagai bonus hadiah bagi pemenang lomba, KOTEKA mempersembahkan buku berjudul Manusia Bandara plus dua postcard bergambar Danau Maninjau di Sumatera Barat dan Pulau Pangkajene, Sulawesi Selatan yang semuanya karya kreatif Bang Dizzman yang saat itu juga tim admin di KOTEKA.

Saat menerima paket buku yang dikirim langsung oleh Bang Dizzman sendiri, buku masih dalam segel plastik. Ini yang justeru saya protes ke Bang Dizzman via nomor WA yang tertera di sampul paket.

Baca Juga Yuk! Eduwisata Mengenal Satwa di "Kebun Binatang Keliling" Pasar Ahad, Banjarmasin 

"Kenapa bukunya masih disegel bang!? Kok nggak di kasih tanda tangan sekalian bukunya!? He...he...he..."

Pesan saya via WA dan ternyata langsung di tanggapi sama beliau beberapa saat selanjutnya!

"Iya ya, kok nggak kepikiran sampe kesitu! Eh sekalian aja, bulan depan Insha Allah saya ke Banjarmasin. Kita ketemuan aja, ngopi-ngopi!" Kira-kira begitu jawaban beliau saat itu.

Benar juga, bulan depannya beliau calling saya, ketika sudah sampai di Banjarmasin. Sayangnya, disaat bersamaan saya justeru sedang ada even literasi Writingthon Jelajah Kota Garut di kota dodol, bumi Priangan selama beberapa hari, jadi pertemuan itu akhirnya memang tidak pernah terjadi.

Dari kontak terakhir itu, beliau berpesan mudah-mudahan bukunya bermanfaat dan saat itu saya juga sampaikan, kalau ada kesempatan Insha Allah saya akan tulis "semacam" resensi untuk buku manusia bandara ini dan itu baru kesampaian sekarang.

Uang Tidak Dibawa Mati, Jadi Bawalah Jalan-jalan | @kaekaha

Memoar si Manusia Bandara!

Buku Manusia Bandara setebal 148 halaman ini saya tuntaskan membacanya tidak sampai sehari, sesaat setelah saya buka segelnya, hampir 4 tahun silam.

Tapi jangan kuatir, Insha Allah dengan membaca judul per-artikel saya masih bisa mengingat-ingat inti ceritanya.

Tidak perlu waktu lama untuk menemukan moment of truth buku keren ini, karena membuka halaman ke-3 atau tepatnya halaman iii, kita langsung dikejutkan dengan quote nyentrik khas Bang Dizzman yang memang berasa banget bau-bau traveller-nya "Uang tidak dibawa mati jadi bawalah jalan-jalan". Woooow seksi nggak sih!?

Baca Juga Yuk! Kisah Serendipiti di Balik Kelezatan Sepiring Tahu Campur 

Untuk memudahkan sekaligus mengedukasi pembaca menavigasi buku ini, Bang Dizzman membagi buku ini dalam 7 bab atau tema besar secara berurutan dari bab/tema Check in di awal sampai tema "Kedatangan" yang dilanjut dengan dua Bab khusus tentang imigrasi dan serba-serbi.

Seperti disebutkan Bang Dizzman di bagian pengantar, buku ini memang berisi catatan-catatan kejadian unik di bandara yang dialami Bang Dizzman sendiri dari yang sifatnya lucu, konyol, menggelikan sampai yang inspiratif, bahkan ada juga yang bikin jengkel. Semuanya ada di sini!

Secara umum, kisah-kisah dalam tulisan Bang Dizzman ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin berpergian dengan naik pesawat terbang, apalagi yang masih awam!

Faktanya, meskipun sebagian besar dari kita mengakui, industri aviasi memang dibangun dengan menerapkan teknologi modern paling mutakhir, tapi tetap saja ada "spot-spot tertentu yang kadang terlewatkan" dengan berbagai alasan, entah karena human error, alam yang memang punya aturan main sendiri atau juga karena teknologi itu sendiri yang eror.

Nah spot-spot yang terlewatkan itulah yang banyak menjadi latar tulisan Bang Dizzman di buku ini.

Isi Buku Manusia Bandara | @kaekaha

Seperti pada kisah tidak ada nomor tiket terus boarding pass manual karena listrik mati. Selain itu ada juga tulisan yang mengingatkan kita pada nostalgia penerbangan di era awal 90-an sampai awal 2000-an yang masih memungkinkan pinjam KTP  dan juga adanya pungutan pajak daerah di Bandara.

Di bab kedua yang menceritakan tentang kisah delay oh delay yang  semuanya memang bercerita tentang keluh kesah karena keterlambatan pesawat, salah satu noktah merah dunia penerbangan kita. Kecuali satu kisah tentang delay yang membawa berkah. Kok bisa! Kalau penasaran baca bukunya ya he...he...he...

Kisah-kisah selanjutnya berhubungan dengan ruang tunggu yang hadir di bab ketiga. Kisah-kisah tentang larangan membawa tongsis dan durian, juga kisah merinding sendirian di bandara Ahmad Yani Semarang menjadi pengalaman yang bermanfaat untuk dibagi.

Begitu juga kisah unik sayur bayam dalam perut yang ternyata masih membuat mesin pemindai berbunyi dan juga trik biar nggak repot di di bandara-bandara besar dan luas.

Di bab ke-4 Rest and Relax, saya sangat tertarik dengan kisah canggihnya fasilitas Bandara Changi di Singapura, mall dalam bandara KLIA 2, toilet bandara Haneda yang full otomatis dan  keunikan Bandara Naike, Sri Lanka yang terdapat konter jualan mesin cuci dan alat elektronik di area kedatangan penumpang. Hwalaaah he...he...he...!?

 Selanjutnya, kisah "keberkahan membawa bayi" karena tidak harus antri di bandara, juga merasakan landing dan take off di bandara-bandara darurat dan perintis yang tidak lebih baik dari terminal bus, merupakan pengalaman tak terlupakan yang sangat bermanfaat untuk dibagi kepada semua pembaca, terutama saya yang ingin sekali keliling Indonesia!

Sejujurnya,  diantara sekian judul artikel dalam buku ini, saya sebenarnya merasa paling gregeeet ketika sampai di daftar bandara di Indonesia dan luar negeri yang pernah di datangi Bang Dizzman!

Baca Juga Yuk! Main ke Official Store Merchandise-nya Barito Putera 

Dalam buku yang dicetak tahun oleh Penerbit Peniti Media tahun 2018 tersebut, Bang Dizzman menuliskan nama 58 Bandara yang tersebar di 33 propinsi Indonesja dan juga 38 bandara luar negeri yang pernah disinggahi beliau. Entah berapa dan apa saja bandara yang belum sempat dituliskannya lagi sampai akhir hayat beliau?

Wooooow! Singgah di bandara sebayak itu bukan karena traveling, bukan juga karena pilot atau kru pesawat (Sepertinya, seorang pilotpun nggak ada yang bisa menyinggahi semua bandara yang disebut Bang Dizzman!) yang kerjaannya memang menerbangkan pesawat dari bandara ke bandara, tapi ini staf sebuah kementerian!?

Dua Postcard KOTEKA Hasil Jepretan Bang Dizzman | @kaekaha

Ckckckckc... ternyata ada ya pekerjaan yang mengharuskan "kesana-kemari" selayaknya traveling seperti itu!? Tapi beda nggak sih, kerja seolah-olah seperti traveling begitu sama traveling yang menjadi pekerjaan!! Biar fair bolehlah berbagi pendapat di kolom komentar ya!

Mungkin memang itulah rezekinya Bang Dizzman! sudah berkesempatan melihat Indonesia secara utuh dari Sabang sampai Merauke dari Nunukan sampai Pulau Rote, bahkan tidak hanya sekali atau dua kali saja, tapi berkali-kali! Bahkan, kadang-kadang muncul juga rasa bosan. Kata Bang Dizzman.

Baca Juga Yuk! Soto Brakot Mas Aan, Sedapnya Sensasi "Mbrakot" Kaki Sapi Jumbo

Bahkan menurut Bang Dizzman di halaman profil penulis, pernah juga  beberapa kali kejadian, pulang ke rumah hanya mengganti isi tas sebelum kembali terbang. 

Sering juga sampai di rumah pukul 11  malam dan besok pagi sebelum Subuh sudah harus terbang kembali. Ada lagi yang unik! Sering juga hanya sekedar mendarat di Bandara Soekarno Hatta, lalu naik ke terminal keberangkatan untuk kembali terbang.

Semoga Bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!


Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN





 

Jumat, 12 Januari 2024

Perjalanan Darat Terjauh dan Terberat dalam Sejarah Manusia

Ke Masjid, Perjalanan Darat Terjauh dan Terberat di Muka Bumi | @kaekaha 

Menurut anda, kemana perjalanan darat terberat dan terjauh yang pernah anda lakukan dalam sejarah hidup anda?

Saya yakin tiap-tiap dari anda, termasuk saya tentunya pasti punya jawaban yang berbeda-beda sesuai dengan referensi perjalanan hidup masing-masing.

Tetapi menurut bapak saya yang konon mendapatkan sebuah hakekat pemahaman akan takdir perjalanan ini dari Mbah Kakung dan menurut bapak, Mbah kakung mendapatkannya juga dari Mbah Buyut dan begitu seterusnya...

"Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki sejatinya adalah perjalanan menuju ke masjid, le!" Bagitu kata bapak kepada saya di suatu pagi buta sewaktu beliau bergegas menggandeng tangan saya, untuk sama-sama menuju ke masjid di kampung kami untuk shalat Subuh berjamaah.

"Ha, ke masjid Pak!? Kok bisa!?" Tanya saya kepada beliau sambil menguap dan mengusap-usap mata saya yang masih juga terasa perih karena masih terkantuk-kantuk.

"Banyak sekali orang-orang disekitar kita yang dilabeli "pintar dan cerdas" oleh manusia lainnya, lulus cumlaude dari sekolah-sekolah dan universitas ternama di dunia dengan gelar yang panjangnya mengular, tapi seringkali merekapun tidak mampu melakukannya!"

"Banyak juga anak-anak muda yang fisiknya tampak sehat dan segar bugar, bahkan memanjat gunung-gunung berlabel atap dunia sampai berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sudah menjadi layaknya makanan sehari-hari, apalagi kalau sekedar fitnes dan lari pagi! Itupun banyak juga yang enggan untuk ke masjid dengan beragam alasan." 

"Nanggunglah, latihannya sebentar lagi kelar! Sebentar lagi juga selesai pekerjaannya dan alasan-alasan lainnya, padahal masjidnya hanya di seberang jalan".

Baca Juga :  "Umur Kada Babau", Mari Bersiap untuk 3 Panggilan Allah SWT Berikut

"Banyak orang-orang kaya yang sanggup melakukan perjalanan bisnis sampai ke ujung dunia, berlibur ke negeri-negeri yang jauh, bahkan beberapa masjid juga telah dibangunnya dengan megah, tapi sayang! Banyak juga diantaranya  yang tidak sanggup sekedar mengerjakan shalatnya di masjid!

"Jangankan menjalankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun terlupa. Bahkan tidak jarang pula, seumur hidupnya tidak pernah sekalipun singgah ke masjid yang dibangunnya sendiri di seberang rumahnya"

Ke Masjid, Perjalanan Darat Terjauh dan Terberat di Muka Bumi | @kaekaha

Tiba-tiba bapak berhenti dan melepaskan pegangan tangannya. Lalu beliau jongkok dihadapan saya dan meletakkan kedua tangan beliau masing-masing ke kedua bahu saya.

"Itulah alasan bapak dan ibu selalu memaksamu bangun, mandi lalu mengambil wudhu dan selalu mendorongmju untuk pergi ke masjid sepagi buta seperti sekarang atau bahkan di tengah-tengah teriknya mentari!"

"Semua demi kebahagiaanmu nak! Bersyukurlah, karena sejak kecil kamu telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid".

"Selain membuatmu terbiasa melangkahkan kaki ke masjid, bagi kami orang tuamu, kepintaran dan kekayaan terbaik adalah yang bisa meringankan dan memuluskan langkah kakimu menuju masjid, karena tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke masjid nak!"

"Karena sejatinya, perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabb-mu, Tuhanmu! Itulah perjalanan fitrah dari seorang anak manusia yang diajarkan Tuhanmu melalui Nabi-mu, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa"

"Lupa pada siapa yang memberinya kekayaan, lupa pada yang memberinya kepintaran, kecerdasan dan juga kedudukan!

"Karenanya! Seberat dan sejauh apapun perjalananmu menuju masjid, di pagi buta yang gelap gulita, di siang bolong saat kesibukanmu sedang padat-padatnya, ataupun di senja hari berbasah-basah air hujan atau bahkan di malam hari saat gemerlap dunia mengejarmu, tetap lakukan dengan sepenuh hatimu. Bahkan walaupun engkau harus mendatanginya dengan cara merangkak sekalipun, demi kebersamaan dengan Rabb-mu yang Maha Sempurna".


Semoga bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai, 
Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN