Minggu, 18 Februari 2024

Silaturahmi yang Terlewat Ketika Tetangga pada "Nyalon"

Poster Tetangga yang Pada Nyalon | @kaekaha

Pemilu 2024 kali ini menjadi pemilu yang paling riuh dan heboh di komplek perumahan tempat saya tinggal, komplek tua di pinggiran Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Bagaimana tidak! Pada pemilu kali ini banyak sekali tetangga-tetangga saya yang nyalon. Eh, maksud saya nyalon untuk jadi calon legislatif alias nyaleg lho ya bukan nyalon yang lain he...he...he...

Tidak hanya satu atau dua seperti episode-episode pemilu sebelumnya, tapi ada sepuluhan bahkan sepertinya lebih, karena yang nyalon-nya di luar Kota Banjarmasin atau di Kabupaten-kabupaten tetangga, sejauh ini hanya satu-dua saja yang terdeteksi.

Ada Baliho Cawali yang Nyempil di Antara Baliho Caleg | @kaekaha

Uniknya, para politikus tetangga-tetangga saya ini, persebarannya relatif merata lho! Baik dari bauran partai politik yang menjadi kendaraan politiknya, jenis kelaminnya sampai pada level gedung dewan yang dituju, mulai dari DPR Pusat termasuk DPD, sampai ke DPRD Kota/Kabupaten, semua ada dan ini yang bikin semuanya semakin jadi ramai.

Tidak hanya itu! Ada satu lagi yang menjadikan komplek kami di tahun politik 2024 ini suasananya semakin riuh dengan tensi yang terus menghangat, yaitu adanya beberapa  warga yang di Pilkada Nopember depan dipastikan nyalon.

Sejauh ini, setidaknya sudah ada Haji Arifin wakil walikota petahana dan Haji Mukhyar yang juga mantan Sekda Kota Banjarmasin yang sudah menyatakan fix maju, plus Haji M Yamin wakil ketua DPRD Kota Banjarmasin yang  menurut kabar burung juga bersiap nyalon

Bauran Banner Cawali dan Caleg | @kaekaha

Uniknya, diantara mereka juga sudah pada ikut memasang baliho jauh-jauh hari, nyempil diantara baliho-baliho bacaleg yang berhamburan dimana-mana. Waaah kalau ada lagi yang nyalon pasti tambah seru ya!

Menariknya, kemungkinan ketiga warga yang nyalon di pilkada Kota Banjarmasin ini sama-sama mencalonkan diri jadi walikota. Itu artinya, ketiganya akan head to head di pilkada Nopember nanti.

Duh, gimana ya kira-kira rasanya bertarung di pilkada melawan tetangga sendiri? Cuma beda gang lho rumahnya!

Eh, tunggu saja ya berita pertempuran kedua tetangga saya ini di pilkada Kota Banjarmasin bulan Nopember nanti di Kompasiana!

Sebenarnya, tingginya ekskalasi politik di komplek saya setiap menjelang pemilu dan pilkada  seperti saat ini bukan hal yang baru, karena setiap episode pemilu dan pilkada sejak di era milenium baru, selalu saja ada beberapa warga komplek kami yang nyalon dan secara kuantitas terus bertambah

Surat Suara Pemilu | @kaekaha

Bahkan pada pilkada 2015 dan 2020 kemarin yang akhirnya mengantarkan tetangga kami, Paman Birin alias Haji Sahbirin Noor menjadi Gubernur Kalimantan Selatan, ada kisah unik dari TPS di komplek kami yang sepertinya tak kan terlupakan!  

Bagaimana tidak, meskipun secara final Paman Birin menang, tapi uniknya di komplek kami perolehan suara sidin (beliau;bhs Banjar) justeru jeblok, kalah lumayan telak dari rival-rivalnya, Haji Muhidin (yang sekarang justeru jadi wagub Paman Birin) di Pilkada 2015 dan dari Haji Deny Indrayana (mantan wamenkumham era SBY) di Pilkada 2020.

Baca Juga Yuk! Tetangga Baru, Plat Merah - DA 1

Akankah di pilkada Kalimantan Selatan di Nopember 2024 nanti ada juga tetangga saya yang ikut mengadu kekuatan untuk bertempur memperebutkan posisi Kalsel 1 atau DA 1? Tunggu aja ya beritanya di bulan Nopember nanti, Ok!

Oya, kisah bertetangga dengan seorang gubernur Kalimantan Selatan ini pernah saya tuliskan di artikel "Tetangga Baru, Plat Merah- DA 1" silakan klik disini untuk membacanya.

Kotak Suara PEMILU 2024 di Komplek | @kaekaha

Dinamika kompetisi yang pastinya juga otomatis hadir dalam kontestasi pemilu dan pilkada di komplek kami, mau tidak mau, diakui atau tidak, tetap menciptakan suasana pekewuh alias canggung di antara warga komplek dan pastinya diantara tetangga yang nyalon.

Sebenarnya sih ini biasa ya di setiap tahun politik, tapi tetap saja kebekuan-kebekuan sampai kubu-kubuan yang mungkin secara tidak sengaja terlihat dan muncul sudah cukup untuk semakin membuat udara komplek kami yang secara alami sudah gerah menjadi semakin gerah. 

Harap maklum, Kota Banjarmasin kita ini berada di dataran rendah! Bahkan 16 cm di bawah permukaan air laut lho!

Kebetulan juga, akhir-akhir ini media silaturahmi antar warga di komplek kami juga tidak terlalu aktif dan hidup. Khusus di RT kami yang totalnya sekitar 300-KK, kerja bakti tiap sebulan sekali yang menjadi satu-satunya media silaturahmi terjadwal, lo lagi-lo lagi juga yang hadir nggak sampai 100. Duuuuh gimana ya mencairkan suasananya!?

Suasana gerah dalam komplek semakin bertambah gerah ketika terdengar "suara sumbang" dari burung-burung yang berterbangan, tentang adanya "serangan beduk, serangan senja, serangan malam sampai serangan fajar" dari Si A, Si B, Si C dan seterusnya.

Tapi anehnya, kok nggak ada satupun serangan yang mendarat di tempat saya ya!? Jadi susah untuk mengetahui undang He...he...he...

Ah sudahlah, saya sih yakin semua akan baik-baik baik saja! Saya yakin Perjalanan panjang persaudaraan kita yang dipersatukan oleh fakdir pertalian "pertetanggaan"  yang telah terjalin begitu lama, puluhan tahun, akan kembali menuntun rasa kemanusiaan kita untuk terus menjaga rasa persaudaraan kita.

Anak-anak Muda di Balik Kesuksesan Penyelenggaraan Pemilu 2024/dok. pri

Alhamdulillah. Keyakinan saya yang memang sangat beralasan, benar-benar terbukti! Kemarin tepat di hari pencoblosan, siapa sangka di TPS 012 yang di dirikan di halaman rumah saya, kita semua selayaknya berlebaran lho!

Lhaah ini yang asyik! TPS di RT kami yang dikelola oleh anak-anak muda itu ternyata menjadi ajang silaturahmi dadakan semua warga yang sebelum-sebelumnya sempat terlewatkan bahkan terlupakan. Sekali lagi Alhamdulillah ya!

Kekhawatiran saya akan kemungkinan adanya perpecahan di lingkungan komplek kami akibat pemilu akhirnya memang tidak terjadi dan memang tidak boleh terjadi! Masak iya gara-gara pemilu kita harus menggadaikan jalinan pertetanggaan kita yang sejak lama telah melebihi dari sekedar rasa persaudaraan!? Rugi dooooooong!

Silaturahmi Ibu-ibu di TPS | @kaekaha

Kerennya lagi, baru kali ini sehabis nyoblos kita juga di tunggu oleh Soto Banjar di rumah sebelah TPS yang juga dipersiapkan oleh anak-anak muda yang konon hasil kolaborasi sama ibu RT dan kolega. Waaaah ini yang menambah gayeng silaturahminya warga!

Ternyata oh ternyata kita memang hanya butuh menit bertemu untuk mencairkan suasana, itu saja bukan yang lain!

Yuk semuanya! Mari sudahi semua perselisihan dan segala perseteruan sesama anak bangsa ini, karena "beda selera pilihan" saat pemilu. Sekarang sudah saatnya kita bersama-sama, beraksi dan berkolaborasi untuk menatap masa depan Indonesia yang jauh lebih baik dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.


Semoga Bermanfaat! 

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | @kaekaha

 

Sabtu, 17 Februari 2024

Malem Mingguan Bareng Kidungan Jula-Julinya Cak Kartolo Cs, Yuk!

Kaset Kidungan Jula-juli Kartoloan | kasetlalu.com


Pagupon omahe doro

Melok Nippon soyo sengsoro

Bagi penikmat seni kidungan jula-juli khas Suroboyoan, tentu tidak asing dengan parikan juli-juli legendaris yang dulunya pernah di populerkan oleh Cak Gondo Durasim diatas!

Parikan Jula-juli atau pantun melayu khas Jawa Timuran yang biasanya ditembangkan atau dinyanyikan dengan pakem kidung jula-juli , sehingga kelak juga dikenal sebagai kidungan jula-juli, legendaris dari maestro kesenian Ludruk yang nama besarnya sekarang di abadikan sebagai taman budaya di kota Surabaya diatas, di jamannya pernah menjadi trigger perlawanan terhadap pemerintahan penjajahan Jepang. Keren kan!

Ringin gedi panggonane dedemit

Pring lumpang sesajeni Danyang

Pengen rabi orang duwe dhuwit

Paling gampang ya dijepitne Lawang

Perkembangan seni parikan Jula-juli ataupun kidungan jula-Juli sebagai bagian dari ciri khas kesenian ludruk, kesenian drama khas Jawa Timuran, kondisinya justeru lebih baik dari pada kesenian ludruk, induknya!

Jika kesenian ludruk kondisinya kurang lebih sama seperti kesenian drama tradisional lainnya di Nusantara yang dalam kondisi selayaknya, hidup segan mati tak mau, maka seni parikan Jula-juli ataupun kidungan jula-Juli sampai saat ini masih lumayan berkibar.

Baca Juga Yuk! Malem Mingguan Bareng Last Kiss-nya Pearl Jam, Yuk!

Setidaknya, ada dua faktor utama yang menjadikan seni kidungan jula-Juli khas Suroboyoan masih relatif berkibar di era digital seperti saat ini. Pertama, karena faktor fleksibilitas dalam seni kidungan jula-juli itu sendiri.



Kecuali tema cerita, pertunjukan seni kidungan jula-juli tidak memerlukan pakem yang ketat, panggung, gamelan, kostum khusus dan yang tidak kalah penting, tidak perlu melibatkan banyak orang, karena kidungan jula-juli garingan (tanpa musik pengiring) ala Cak Markeso sejak sebelum kemerdekaan sudah tampil sendirian layaknya stand up comedy yang sekarang sedang booming!

Eh iya, hampir lupa! Baik dalam acara live show maupun rekaman, baik di studio rekaman, studio radio atau televisi, seni kidungan jula-julinya Cak Kartolo selalu tampil secara spontan dan full improvisasi, karena tidak ada contekan berupa teks sama sekali. 

Jadi ketahuan kan, secerdas apa para pemain kidungan jula-juli khas Suroboyoan ini!?

Faktor keduanya adalah fenomena  kreatifitas seorang Kartolo dan kawan-kawan atau kita mengenalnya sebagai Kartolo Cs. Kenapa Kartolo!?

Memang, dalam dunia pertunjukan seni ludruk kita warga Jawa Timur, khususnya Surabaya, tentu banyak mengenal tokoh-tokoh ludruk senior yang tidak kalah kompeten dan serius melestarikan seni ludruk di era dan zamannya masing-masing.

Tapi tetap saja, nama Kartolo dan CS-nya seperti Basman (mertua Kartolo), Kastini (Istri Kartolo), Sokran, Munawar, Sapari dan Blontang dengan kreativitasnya yang berbasis pada ramuan dari drama kehidupan sehari-hari, mampu menjadikan pertunjukan seni kidungan jula-julinya lebih berkarakter sebagai hiburan rakyat yang aktual, egaliter dan pastinya menghibur.



Gaya mbanyol alias humor yang  menjadi trademark mereka begitu cair dan ini memudahkan siapapun yang mendengar atau melihat penampilan mereka untuk menikmati hingga merenungi inti dari jalan ceritanya tanpa harus berprasangka.

Karena disini, tidak ada konsep disakiti dan tersakiti, tidak ada yang disinggung dan tersinggung dan tidak ada pula  yang di pojokkan ataupun yang terpojok, meskipun isi ceritanya sarat dengan kritikan sosial. Jadi menonton penampilan Kartolo Cs, semuanya gembira!

Memang, Kartolo dan Cs-nya juga tidak sendirian "menggubah" seni kidungan jula-juli versinya yang tidak bertele-tele dan lugas dalam bahasa sehingga mudah dimengerti dan dipahami.

Inilah identitas Kartolo Cs dengan karakternya yang begitu identik, hingga kelak gaya pentas mereka dilabeli khalayak dengan identitas yang mereka banget, yaitu  ludruk kartoloan sampai  tetap eksis hingga saat ini!

Kejelian bos Nirwana Record, Nelwan Wongsokadi yang melihat talenta emas Kartolo Cs sebagai pioneer seni kidungan jula-juli Suroboyoan, memberikan tawaran berharga untuk merekam semua materi kidungan jula-juli plus lawakan dan banyolan Kartolo Cs di era awal 80-an, tentu tidak bisa di kesampingkan!

Cak Kartolo dan Alm. Cak Sapari dalam Sebuah Adegan Panggung | tvonenews.com

Dari rekaman di studio Nirwana Record yang juga di iringi oleh kelompok karawitan Sawunggaling Surabaya inilah kidungan jula-juli berikut lakon cerita kehidupan khas Kartolo Cs yang egaliter, cair dan full mbanyol yang selalu ampuh mengajak penontonnya jujur dan adil menyikapi realitas kehidupan, beredar dalam bentuk kaset dan akhirnya meledak di pasaran. Inilah salah satu momentum kunci kesuksesan itu!

Sejak saat itu juga, seni pertunjukan Kartolo Cs yang kelak juga dikenal sebagai ludruk kartoloan pamornya semakin melejit di seputaran Jawa Timur. Tawaran mentas dari berbagai kota datang silih berganti.

Sejak saat itu hingga era akhir era 90-an banyolan alias humor ala Kartoloan masih menjadi hiburan di berbagai level masyarakat di seputaran Jawa Timur, terkhusus lagi di kawasan budaya Arek alias kawasan Jombang ke arah timur sampai ke kawasan tapal kuda di bagian timur Propinsi Jawa Timur.

Piring biyen tipis-tipis

Piring saji saka porselen

Maling biyen nggawa linggis

Maling Saiki nggawa pulpen

Sekarang, selain personil Kartolo Cs sudah banyak yang meninggal dan Kartolo sendiri juga sudah lumayan sepuh, aktifitas mentasnyapun sudah pasti berbeda dengan di jaman keemasannya.

Tapi jangan kuatir, kalau anda ingin menikmati banyolan "Kartoloan" ala mereka, sekalian belajar bahasa Jawa dialek Suroboyoan, sekarang sudah banyak media digital yang bisa diakses, salah satunya via channel YouTube resmi milik Nirwana Record. Tapi hanya audionya saja ya! Jangan kuatir tetap asyik kok!

Cak Kartolo | klimg.com

Terbaru, sekarang juga ada channel YouTube yang menyediakan animasi banyolan ala Kartoloan dengan karakter Kartolo dan Cs-nya.

Kecap di bacem dicampur gulo

Mboten ngecap namun wicoro

 Cekap semanten atur kawulo

Wonten lepat nyuwun sepuro

Ludruk Kartoloan sejak saya kecil tidak hanya berhasil menghibur, tapi juga sukses memperkenalkan kehangatan budaya egaliter khas masyarakat kecil. 

Mungkin karena rasa kangen dengan kehangatan khas ludruk kartoloan yang lumayan lama tidak terdengar, malam Minggu ini saya juga ingin berbagai kehangatan itu dengan semua teman-teman  di seluruh pelosok bumi

Malem mingguan bareng kidungan Jula-julinya Cak Kartolo Cs Yuk!


Semoga Bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!



Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN





 

Kamis, 15 Februari 2024

Memotret Frugal Living ala Petani Jadul dari Lagu Pak Tani-nya Koes Plus

 

Pak Tani Membajak Sawah | jadesta.kemenparekraf.go.id

Jika anda penggemar musik Indonesia dan juga menyukai lagu-lagu Koes Plus tentu sudah tidak asing dengan gaya bermusik band legendaris yang asal Tuban Jawa Timur ini.

Jeniusnya Koes Plus meramu nada dan kata hingga tersaji menjadi rangkaian musik yang  sederhana dengan melodi yang enak di dengar dan mudah diingat  menjadikan lagu-lagu mereka evergreen si sepanjang jaman.

Baca Juga Yuk! Malem Mingguan Bareng Kidungan Jula-Julinya Cak Kartolo Cs, Yuk!

Kerennya lagi, selain selalu evergreen, lirik-lirik lugas dan tegas yang mudah dipahami, bahkan juga di hapalkan menjadikan banyak lagi Koes Plus menjadi penanda jaman.

Lirik dalam agu-lagu itu bisa menjadi rujukan untuk mengetahui situasi aktual yang terjadi saat lagu itu ditulis. Salah satunya adalah lagu Pak Tani.




Lagu Pak Tani yang berlirik bahasa Jawa, karya dari Sang Drummer, Kasmuri alias Murry yang juga kakek dari artis peran Ariel Tatum ini bercerita tentang budaya frugal living alias kesederhanaan hidup khas petani di Pulau Jawa era 70-an.

Lagu yang masuk dalam album Pop Jawa Volume 1 ini tidak sendirian menjadi hits di jamannya, karena dari album yang kesemua materi lagunya berbahasa Jawa ini juga menelurkan lagu-lagu hits dan legendaris lainnya, seperti Tul Jaenak yang sering dikira lagu daerah, ada juga lagu Aja Nelongso, Sayur Asem, Tunggak Jati, Ora Biso Turu dan juga Ela-Elo.

Baca Juga Yuk! Mahalnya Senyuman Terindah di Dunia

Khusus untuk lagu Pak Tani karya Murry, memang layak nge-hits dan menjadi legenda!

Karakter lagu plus aransemennya yang sangat kuat khas lagu-lagu karya Murry yang biasanya memang hanya pas bila dinyayikan oleh Murry sendiri, tidak oleh yang lain ini sangat kuat mengikat memori akan kondisi sosial budaya masyarakat petani, khususnya di Pulau Jawa di saat lagu itu di tulis oleh pria kelahiran Jember, Jawa Timur tersebut.

Coba dengar lagunya dan rasakan vibes-nya! Apalagi kalau anda memahami arti dari lirik lagunya!

Ayem tentrem ing ndesane pak tani, urip rukun bebarengan, mbangun desa sak kancane pak tani, nyambut gawe tanpo pamrih.

Hidup tenteram di desa, hidup rukun bersama-sama,membangun desa dengan semua teman, bekerja sungguh-sungguh.

Wayah esuk wis podho nggiring sapine, rame-rame nggarap sawah lan kebone.

Pagi-pagi sudah menggiring sapinya, bersama-sama mengerjakan sawah dan kebunnya.

Pancen luhur bebudine pak tani, keno kanggo patuladhan, nyambung urip sak anane pak tani, jujur tindak lan lakune.

Memang bersahaja sikap Pak Tani, bisa menjadi contoh, hidup seadanya saja, jujur dalam segala tingkah lakunya.

Kata kunci sekaligus petunjuk aktual budaya frugal living ala petani di era 70-an dalam syair lagu Pak Tani ini adalah lirik "Nyambung urip sak anane pak tani".

Lirik yang dalam bahasa Indonesia bisa dimaknai sebagai "meneruskan hidup seadanya" ini jelas bukti kesederhanaan para petani pada saat itu.

Sungguh, hanya pribadi-pribadi sederhana saja yang sanggup hidup dengan konsep "seadanya" yang sekarang lebih kita kenal sebagai gaya hidup frugal living ini.

Inilah kesahajaan kehidupan khas masyarakat di pedesaan yang guyup rukun penuh dengan kebersamaan yang sepertinya relatif sulit kita temukan secara alamiah di perkotaan. Kerennya, ini digambarkan Murry begitu lengkap dalam lirik yang lugas, singkat dan padat.

Jujur, merekonstruksi lirik dalam lagu Pak Tani ini benar-benar membuat saya meneteskan air mata, karena mengingatkan saya pada kehidupan masyarakat desa di kampung halaman saya di kaki Gunung Lawu pada era 80-an, saat saya menikmati masa kanak-kanak saya.

Semoga Bermanfaat! 

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN



 

Serasa Les Privat, Murid SD Ini Sendirian Belajar dalam Kelas

Sinta Amelia dengan Gurunya dalam 1 Meja | Banjarmasin.tribunnews.com

Entah apa yang ada dalam benak Azizah, gadis mungil satu-satunya siswi kelas 1 di SDN Seranggan, Desa Asam Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan ini.

Begitu juga dengan yang dialami oleh Sinta Amelia, murid kelas 1 SDN Papuyuan, Balangan yang juga belajar sendirian dalam kelas 1.

Berbeda dengan anak-anak sekolah kebanyakan yang dalam satu kelas biasanya berisi beberapa teman siswa maupun siswi, sehingga ada dinamika dalam kelas yang menjadikannya jauh lebih hidup.

Setiap hari Azizah hanya sendirian belajar dalam kelas, semeja berhadap-hadapan dengan ibu gurunya, benar-benar serasa Les privat suasananya.

Seperti yang sedang ramai diberitakan oleh beberapa media lokal Kalimantan Selatan, di kelas 1 sekolah dasar yang terletak sekitar 20 km dari Kota Kandangan, Ibu kota Kab. Hulu Sungai Selatan tersebut, Azizah memang sama sekali tidak mempunyai teman di kelas.

Hal ini terjadi karena pada pendaftaran murid Baru tahun ajaran 2023/2024 kemarin, Azizah juga menjadi satu-satunya pendaftar untuk murid baru kelas 1 di SDN Senggaran 1 tersebut.

Baca Juga Yuk! Malem Mingguan Bareng Kidungan Jula-Julinya Cak Kartolo Cs, Yuk!

Menurut Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan H. Ahmad Sufyan, minimnya siswa baru di beberapa sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, termasuk di SDN Senggaran 1, disebabkan karena daerah-daerah tersebut program KB-nya berhasil , sehingga anak-anak usia sekolahnya sangat minim.

Selain itu, di Desa Asam sendiri, total ada 3 SD Negeri dengan jarak yang relatif berdekatan, sehingga murid TK terdekat, seperti TK Idang Itai yang mempunyai 31 murid konsentrasinya akan tersebar juga ketika melanjutkan ke jenjang SD dan itupun belum tentu mereka tetap sekolah di seputaran Desa Asam.

Mengutip laman Banjarmasin Pos,  Menurut keterangan Hanil, kepala sekolah SDN Seranggan 1, saat ini total murid SD ini ada 37 siswa dengan rincian perkelas, sebagai berikut,

Baca Juga Yuk! Mahalnya Senyuman Terindah di Dunia 

kelas 1 mempunyai 1 murid, Kelas II 8 murid, kelas lll 7 murid, kelas IV 4 orang, kelas V 3 murid dan kelas VI ada 14 murid.

Khusus untuk Azizah yang sendirian, sejauh ini menurut penuturan Kepala sekolahnya, Azizah baik-baik saja dan tidak berkecil hati untuk terus belajar. Setiap hari, Azizah hadir ke sekolah dan juga terus mendapatkan bimbingan dari ibu guru di kelasnya.

Salah satu kendala paling aktual dalam proses belajarnya Azizah adalah pelajaran yang mengharuskan dia berkelompok dan berinteraksi dengan murid yang lain.

Duh, kalau sudah begini Azizah harus berkelompok dengan siapa ya!?

Semoga Bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan

 

Mahalnya Senyuman Terindah di Dunia

Senyuman Tulus dan Terindah  | viva.co.id 

Beberapa hari ini, saya kedatangan sahabat masa kecil saya  dari kampung halaman di kaki gunung Lawu. Sudah hampir semingguan ini kami berkeliling di seputaran kota seribu sungai Banjarmasin dan bungas.

Kelihatan sekali, secara ekonomi sahabat saya ini terlihat makin berhasil dan mapan saja,  terlihat dari seleranya  yang semakin tinggi dan kebiasaan barunya yang suka pilih-pilih.

Baca Juga Yuk! Hati-hati, "Gods Eye" Hidden Camera Tercanggih di Dunia Mengintai Kita di Mana-Mana!

Contohnya kemarin pagi, belum juga adzan subuh berkumandang ketika dia menelpon saya untuk minta tolong, dicarikan hotel yang baru. Dia kecewa dengan pelayanan hotel tempat dia menginap tadi malam yang menurutnya sama sekali tidak ramah-ramahnya.

Dia minta dicarikan hotel yang lebih bagus lagi. Harganya lebih mahal tidak masalah yang penting pelayanannya baik dan ramah, tidak seperti pelayanan hotel sebelumnya yang sama sekali tidak ada senyum yang tulus, katanya.

Begitulah sahabat saya yang sekarang! Hanya gara-gara petugas hotel mungkin lupa tersenyum, dia langsung komplain dan minta pindah hotel.

Tapi sebaliknya, sahabat saya ini juga sering memberikan tips kepada petugas hotel, satpam atau siapa saja untuk sebuah alasan yang menurut saya teramat sangat sederhana, yaitu seulas senyuman yang tulus dan bentuk keramahan lainnya.

Hmmmmmmh... padahal harga secangkir Kopi atau sekotak kue yang diberikannya itu bukan sekedar puluhan ribu saja, tapi sampai ratusan ribu bahkan mungkin bisa jadi jutaan. 

Begitu juga dengan tarif hotel permalam yang ditinggalkannya pagi tadi, sama dengan sebulan gaji staff junior di kantorku. Duuuuuh!

Soal senyum yang dipersoalkan oleh sahabat saya, jujur saya sebenarnya juga penasaran, apa iya si petugas hotel yang diberinya tips karena tersenyum tulus kepadanya ini juga melemparkan senyuman serupa  kepada suami, kedua orang tuanya atau kepada anak-anaknya!? 

Saya jadi membayangkan, seandainya istri  meminta bayaran untuk setiap senyuman terindahnya untuk saya, waduh berapa besarnya biaya entertain di dalam rumah tangga yang harus ditanggung oleh seorang suami!?

Secara istri saya selalu tersenyum setiap bangun dari tidurnya, setiap menghidangkan kopi pahit kesukaan saya, setiap saya pamit untuk berangkat kerja, setiap mau tidur, selesai salat dan beragam jenis senyuman-senyuman terindah lainnya.

Anggap saja kita mengikuti cara dan itung-itungan sahabat saya tadi dalam memberikan hadiah. Misalkan setiap senyuman terindah dari istri, kita hargai rata 50.000 per-senyuman dengann frekuensi intensitas senyum terindah istri saya dalam sehari minimal 20 kali. 

Maka dalam satu hari setidaknya saya harus menyediakan uang sebesar sejuta rupiah untuk membayar senyuman terindah istri saya. Itu baru sehari, belum dua hari, seminggu, sebulan apalagi setahun,!  Waduuuuuh, mahal juga ya!?

Senyuman istri jelas gratis. Lagian juga terlalu naif menghargai keikhlasan  seorang istri dengan hitungan materi.

Sayangnya lagi, kebanyakan suami menganggap senyuman terindah sang  istri merupakan kewajiban meskipun kita juga menyadari bahwa untuk bisa tersenyum tulus dan ikhlas itu juga bukan aktivitas yang gampang, memerlukan effort untuk mengeluarkan  energi batin.

Memang sih, sebagian besar dari kita lebih sering kurang menghargai terhadap hal-hal yang bersifat rutinitas. 

Padahal Rasulullah sejak 16 abad silam telah menuntun kita untuk selalu tersenyum kepada istri dalam keadaan dan suasana apapun, karena setiap senyuman itu merupakan energi terbaik untuk membangkitkan semangat guna-guna mereduksi semua permasalahan yang rumit dalam keluarga yang bisa terjadi kapan saja.

Terbukti! Memang tidak semua orang bisa memberikan senyuman yang tulus dan terindah. Bahkan seseorang yang sudah dibayar untuk melakukan itu, salah satunya adalah petugas hotel dalam kasus sahabat saya tadi.

 Tapi istri-istri solehah pasti akan selalu tersenyum kepada suami dalam suasana apapun. Selain karena senyum adalah sedekah yang paling mudah, senyum juga baik bagi kesehatan fisik maupun psikis.

Betapa begitu banyak para suami yang mendapatkan ketenangan dan keteduhan dari senyum tulus terindahnya istri, walaupun sayangnya masih sangat sedikit para suami yang memaknainya dengan cara yang lebih bijaksana.

Tadi pagi sahabat saya ini minta diantarkan ke toko yang menjual oleh-oleh dan souvenir khas kota seribu sungai, Banjarmasin nan Bungas, untuk membeli oleh-oleh buat kolega, rekan kerja, tetangga, anak-anak dan juga katanya untuk ustad di masjid dekat rumahnya.

Baca Juga Yuk! Membiasakan Diri Bermental Kaya

Saya terus mendampingi sahabat saya ini untuk mendapatkan oleh-oleh terbaik dan spesial khas Kalimantan Selatan. Sayangnya sampai saya antar dia ke bandar udara Syamsudin Noor, saya sama sekali tidak mendengar dan melihat sahabat saya ini membelikan hadiah spesial untuk istrinya.

Semoga saja saya yang salah, tapi kalaupun benar dugaan saya mudah-mudahan dia tetap mendapatkan senyuman yang tulus dan terindah dari istrinya ketika dia datang ke rumah

Semoga Bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN








 

Bakso Nyut, Jitunya "Ilmu Selisih" dan Solusi Mbakso Pagi-pagi di Banjarmasin

Semangkuk Bakso Nyut | @kaekaha

Mbakso pagi-pagi!? Lhah apa Yo enak?

Itulah jawaban istri dan anak-anak saya ketika saya memberikan satu gagasan cemerlang mengisi pagi kami sekeluarga, setelah sehabis Subuh tadi kami kerja bakti rame-rame, beberes dan beberesih seisi rumah dan lingkungan sekitarnya hingga kira-kira matahari sudah naik sepenggalah atau sekitaran jam 8-an pagi.

Maklum, meskipun gara-gara pengaruh dari saya, isteri dan anak-anak saya juga menjadi penikmat kuliner berkuah kaldu, termasuk bakso, kami memang belum pernah menikmati sedapnya mbakso alias andok bakso di pagi hari.

Baca Juga Yuk! Taste Atlas Rilis 100 Makanan Terburuk di Dunia, Ada Juga Lho dari Indonesia!

Selain masalah waktu yang pastinya diantara kami memang sulit untuk dipertemukan, karena aktifitas masing-masing, di seputaran Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas! ini juga sangat jarang ada kedai bakso yang buka dari pagi.

Memang ada sih, beberapa kali saya menemukan penjual bakso yang sudah buka dari jam 9 pagi, tapi setelah kita coba ternyata tidak cocok dengan selera kami. 

Ibu-ibu Antri Bakso | @kaekaha

Tapi semua berubah setelah saya menemukan referensi mbakso yang sesuai dengan selera lidah saya yang terlanjur terstempel sebagai lidah Jawa timuran yang memang identik dengan citarasa kuliner yang mempunyai kecenderungan ke arah gurih, asin dan pedas di kedai Bakso Nyut.

Kedai bakso penyaji bakso pagi-pagi ini sudah buka sekitar jam 08.00 WITA atau jam 7 pagi waktu Surabaya dan Jakarta. Keren kan!?

Saya menemukan kedai bakso dengan cita rasa yang pas dengan selera lidah saya ini secara tidak sengaja, ketika saya sedang asyik-asyiknya blusukan di sebuah pasar tradisional yang terletak di Jalan A Yani km 3, tepat di sampingnya markas Lanal atau Pangkalan TNI AL di kota Banjarmasin yaitu di Pasar Pandu.

Saya dan keluarga memang belum pernah bersengaja ke pasar Pandu ini sebelumnya, selain relatif jauh dari tempat tinggal saya, pasar Pandu ini tergolong pasar kecil dengan pedagang dan barang dagangan yang tentunya juga relatif terbatas, jadinya pasar ini  hanya ramai sampai tengah hari saja.

Mumpung Baru Buka, Bisa Leluasa Memilih Isian Bakso | @kaekaha

Ketika asyik menikmati pemandangan sebagian kota Banjarmasin dari lantai dua Pasar Pandu, Saya melihat di sayap sebelah kiri dari pasar terdapat kedai bakso minimalis yang memanfaatkan sebuah bangunan, kalau tidak salah bekas pos satpam atau warung telekomunikasi.

Baca Juga Yuk! Icip-icip Sedapnya Oseng Parutan Iwak Haruan

Setelah selesai blusukaan sambil membeli beberapa pernak-pernik kebutuhan dapur, sekaligus motret sana-sini, saya langsung bergegas menuju ke kedai bakso Nyut yang ternyata di kelola oleh sepasang suami istri setengah baya, perantauan dari Pulau Jawa.

Tanpa berpanjang lebar saya langsung pesan bakso komplit yang orisinil racikan dari penjualnya. 

Prosedur memesan paket orisinil seperti ini selalu saya terapkan di tempat-tempat baru saat saya kulineran. Tujuannya, agar saya merasakan paket terbaik asli yang di sajikan oleh kedai bakso ini tanpa ada intervensi dari siapapun termasuk saya sendiri.

Metode yang kurang lebih sama biasanya juga saya terapkan ketika mencoba atau icip-icip makanan di tempat baru. Saya akan selalu nyeruput kuah yang masih orisinil terlebih dahulu, sebelum menambahkannya dengan kondimen lainnya. 

Ini penting untuk mengetahui karakter rasa orisinal dari masakan di tempat baru yang saya coba.

Bakso Nyut Full Pentol Urat dan Tetelan | @kaekaha

Begitu juga ketika saya mengawali andok bakso di kedai Bakso Nyut Pasar Pandu Banjarmasin ini dan sluuuuurp! Hmmmmmm rasane memang pas sedapnya. Gurihnya yang cenderung asin memberikan citarasa kenikmatan khas bakso kuah sapi Jawa Timuran yang begitu otentik. Sluuuuuuuuurp, aaaah sedaaaap!

Menurut Pak Nyut, begitu panggilan akrab pemilik kedai bakso ini, Bakso Nyut ini buka pagi mulai jam 08.00 WITA dan tutupnya paling lambat jam 14.00 WITA atau sekitar jam 2 siang. 

Baca Juga Yuk! Empal Gentong Dengkil, Olahan Kikil Bercitarasa Gokil dari Cirebon

Setahu saya sejauh ini, ya Bakso Nyut ini kedai bakso di seputaran Kota Banjarmasin yang bukanya paling sungsung alias paling pagi.

Setidaknya ada dua alasan kenapa Pak Nyut lebih memilih jualan di pagi hari daripada di sore hari seperti kebanyakan kedai bakso lainnya? 

Perangkat Ubarampe dalam Kedai Bakso Nyut | @kaekaha

Alasan pertama, karena kedai baksonya buka di dalam komplek Pasar yang ramainya di pagi hari sampai menjelang siang saja, sedangkan yang kedua, jualan di pagi hari ini merupakan "ilmu selisih" kata Pak Nyut!

Ilmu selisih? Maksudnya pak!? Menyelisihi di sini maksudnya adalah kita berjualan di waktu yang berbeda dengan kebanyakan penjual bakso lainnya.

Kalau umumnya kedai bakso jualan mulai tengah hari atau bahkan mulai sore sampai malam hari, maka menyelisihi itu kita mengambil jam buka ketika mereka tidak buka alias tutup.

Alhamdulillah strategi ilmu selisih ini terbukti manjur! Dengan memilih waktu buka ketika kebanyakan kedai bakso tutup, kedai bakso Nyut menjadikan satu-satunya solusi bagi penikmat bakso yang ingin mbakso alias andok bakso di pagi hari yang ternyata di luar dugaan kita semua sama banyaknya dengan penikmat bakso di sore hari atau malam hari.

Karena serasa tidak ada saingan, maka drama yang terjadi setiap pagi di bakso Nyut, pasar Pandu ini adalah munculnya antrian tempat duduk! Maklum dua ruangan tempat makannya, terhitung sangat kecil jika dibandingkan dengan banyaknya pelanggan yang antusias mbakso di pagi hari.

Kalau antrian memadat, biasanya saya lebih memilih menikmati baksonya sambil nongkrong di kendaraan yang saya bawa.

Baca Juga Yuk! Soto Brakot Mas Aan, Sedapnya Sensasi "Mbrakot" Kaki Sapi Jumbo

Kerennya lagi, "harga dasar" semangkuk bakso di sini menurut saya menjadi yang paling murah di Kota Banjarmasin! Hanya 12 ribuan saja. 

Uniknya, dengan harga dasar tersebut kita tidak harus mengikuti isian paket dari penjualnya, kita juga bisa minta di konversikan ke menu isian sesuai dengan pilihan atau keinginan kita. Pasti asyik!

Bakso Nyut Full Pentol Urat dan Tetelan | @kaekaha

Misalkan kita nggak suka bakso isi telor ayam, atau nggak suka tahu isi bakso atau mungkin nggak suka tetelannya bisa diganti dengan menu isian sesuai selera kita tanpa harus menambah harga. Bahkan yang sering, sama bapaknya sering ditambah sama tertelan atau pentol kecil. Memang Pak Nyut itu baik banget...

Persis seperti menu isian bakso pilihan saya foto diatas. Itu menu isiaanya merupakan request saya yang biasanya memilih dibanyaki pentol urat atau pentol isi urat dan daging, pakai mie kuning dan kuah kaldu yang penuh. Duuuuh ini sedapnya ngangeni!

Baca Juga Yuk! Kisah Serendipiti di Balik Kelezatan Sepiring Tahu Campur

Nah, kalau anda sempat jalan-jalan ke Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas dan kebetulan kepingin bakso pagi-pagi, sekalian melihat-lihat pasar tradisional di tengah kota, langsung saja minta antar ojek online Pasar Pandu ya!

Kecuali hari Ahad atau hari Minggu , Bakso Nyut buka terus untuk memanjakan semua penikmat bakso pagi-pagi!

Semoga Bermanfaat! 

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN




 

Selasa, 13 Februari 2024

Membiasakan Diri Bermental Kaya

Senyumlah! Ini Sedekah yang Paling Mudah | @kaekaha

Sebagai panduan hidup dan kehidupan, Islam secara terstruktur menuntun umatnya, umat Islam (maaf bukan umat muslim ya! Karena dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dikenal istilah umat muslim) menuju kesuksesan dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat secara proporsional.

Salah satunya adalah tuntunan menjadi pribadi bermental kaya yang selalu berpikir untuk menambah nilai benefit dari kekayaannya, agar bisa membawanya sukses hidup di dunia dan akhirat!

Luar biasanya, banyak sekali nash dalam Al Qur'an maupun Al hadits, baik secara implisit maupun eksplisit memotivasi kita, umat Islam untuk bermental kaya!

"Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian." (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Rasulullah SAW dengan gamblang dan jelas banget, memberi tahu kita, pahala salat berjamaah itu senilai dengan 27 kali lipat dibandingkan salat sendirian atau munfarid dan untuk laki-laki afdhalnya shalat 5 waktu itu di masjid bukan di rumah!

Tetapi apa yang kita lihat sehari-hari!? Masih banyak umat Islam yang bermental miskin! Sering kita temui di masjid-masjid persinggahan di rest area, mall atau di pinggir jalan raya antar kota, terlihat umat Islam yang masih saja memelihara mental miskin dengan memilih shalat sendirian, padahal di depan atau di sekitarnya ada orang-orang yang melaksanakan shalat berjamaah.

Kasihan bukan! Kenapa mereka masih memilih perkara yang "keuntungannya" kecil?

Baca Juga Yuk! Mulakan dengan Bismillah

Tidak hanya itu! Dalam Al Quran Allah SWT juga menjanjikan "nilai tambah" yang secara implisit mengajari kita berpikir kaya dan bermental kaya melalui sebuah firmanNya yang begitu kental dengan ilmu matematika.

Itu bisa kita dapatkan pada Al Quran surah 2 ayat 261 yang secara lugas menerangkan perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT, serupa dengan 1 biji yang menumbuhkan 7 tangkai dan pada masing-masing tangkai terdapat 100 biji.

Kalimat matematika dari QS. 2 ayat 261 diatas bisa diringkas menjadi  (1 x 7) x 100 = 700

Begitulah gambaran "cara kerja" matematika sedekah. Hitung-hitungan pelipat gandaan ganjaran, pahala, reward atau keuntungan dari Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki, yaitu orang-orang yang bersedekah. Sungguh, Allah SWT Maha luas karunianya lagi maha mengetahui segala sesuatu!

Nash dalam Al-Qur'an ini didukung oleh  hadis Rasulullah sahih dari HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah yang menyebutkan sedekah tidaklah mengurangi harta.

Tapi sayang, meskipun telah sebegitu gamblangnya Al Qur'an dan Hadits memberikan petunjuk dan penjelasan kepada kita, masih saja banyak di antara kita yang mengaku beriman pada Al Quran dan Sunnah, tapi tidak juga terdorong dan tersadarkan untuk bermental kaya, memperbanyak infaq, sedekah ataupun berzakat.

Masih banyak diantara kita umat Islam yang lebih mudah mengeluarkan 100.000 untuk ngopi-ngopi cantik di cafe, tapi tega banget! Sampai membongkar isi dompet habis-habisan sekedar untuk mencari uang pecahan paling kecil, ketika mau infaq pas shalat Jumat. Subhanallah!

Baca Juga Yuk! Jenazahnya Sudah Dimandikan? 

Mungkin kisah Abu Dzar Al-Ghifari, salah satu sahabat Rasulullah yang bermental sangat kaya berikut ini bisa menginspirasi kita semua untuk tergerak, membiasakan diri bermental kaya, khususnya dengan shalat berjamaah 5 waktu di masjid dan memperbanyak sedekah. Insha Allah!

Suatu ketika Abu Dzar Al-Ghifari kedatangan seorang tamu dan beliau meminta kepada asistennya untuk menyembelih seekor domba terbaik miliknya untuk disajikan kepada sang tamu.

Ternyata, sang asisten merasa sayang menyembelih domba terbaik kesayangan Abu Dzar Al-Ghifari dan lebih memilih menyembelih domba lainnya untuk dimasak buat sang tamu.

Ketika mengetahui hal ini, ternyata Abu Dzar Al-Ghifari justeru marah besar kepada sang asisten. Kenapa tidak mengikuti perintahnya untuk menyembelih domba terbaik miliknya guna dipersembahkan kepada sang tamu?

Padahal Abu Dzar Al-Ghifari sangat menginginkan harta terbaiknya-lah yang akan menemaninya di alam kubur kelak.

Karena itulah kekayaan abadi yang kelak berlipat-lipat ganda nilai kebaikannya, pahalanya berkat keikhlasannya memuliakan tamu.

"Haaalllah, kita kan miskin! Makan saja susah bagaimana kita mau sedekah!?"

Begitulah orang bermental miskin sering menjadikan kekurangannya sebagai tameng alasan. Selain berasa banget tidak bersyukurnya, bukankah Islam begitu banyak memberi kemudahan untuk kita menjadi kaya raya, untuk bermental kaya!

Bukankah menolong orang yang mencari alamat atau orang yang mencari jalur angkot hingga ia dapat naik angkot juga sedekah?

Baca Juga Yuk! Perjalanan Darat Terjauh dan Terberat dalam Sejarah Manusia

Bukankah, membantu mengangkatkan barang bawaan ibu-ibu yang kebanyakan bawaan ke atas becak atau kendaraannya juga sedekah!?

Bukankah menyingkirkan paku atau rintangan apapun di jalan yang mengganggu di jalan raya juga sedekah!? Bahkan, seolah senyum yang ikhlas juga sedekah.

Oh iya hampir lupa, bukankah setiap langkah kaki kita ke masjid itu juga sedekah!?

Tidak mampu juga, memberi sekedar senyum terbaik kepada keluarga kita, teman-teman kita, tetangga kita, anak buah kita, customer kita!?

Kalau memang sudah tidak sanggup lagi, ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Semoga Allah SWT mendekatkan kita pada jiwa-jiwa bermental kaya. Insha Allah.

Semoga Bermanfaat! 

Salam matan Kota 1000 sungai, Banjarmasin nan bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN