Sabtu, 04 Mei 2024

Adakah Pahala untuk Pemberi dan Peminta Maaf?

Mohon Maaf Lahir dan Batin | @kaekaha

Ramadan, bulan suci yang senantiasa kita rindukan setiap saat itu baru saja meninggalkan kita semua.

Alhamdulillah, tunai juga tugas kita melaksanakan ibadah puasa, berikut ibadah-ibadah Sunnah di bulan ramadan lainnya dan tidak ketinggalan pula syariat ibadah untuk berzakat dan merayakan Idul fitri.

Uniknya, muslim di Nusantara mempunyai tradisi unik untuk menuntaskan rangkaian ibadah selama bulan Ramadhan dengan saling berkunjung dan saling bermaaf maafan.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa melaksanakan ibadah puasa benar-benar karena iman kepada Allah dan mengharap pahala Allah SWT, niscaya diampuni semua dosa-dosanya" (HR. Bukhari dan Muslim).

Maknanya, muslim yang melaksanakan ibadah puasa sampai selesai, baik, benar dan ikhlas dalam melaksanakannya hanya karena Allah SWT, maka ampunan Allah SWT untuk "semua" dosa-dosanya tinggal menunggu "ketok palu!"

Nah ketok palunya ini masih nunggu ya! Karena yang di ampuni Allah SWT hanya dosa yang berhubungan dengan Allah SWT alias dimensi koneksitas Habluminallah-nya saja dan itu artinya, masih ada satu lagi unsur dosa yang harus di clear-kan dulu. Apa itu?

Itulah dosa yang berhubungan dengan manusia atau berhubungan dengan orang lain alias dimensi koneksitas habluminannas!

Artinya, sebelum orang yang kepadanya kita berbuat dosa  memaafkan kita, maka Allah SWT juga akan menggantung ketok palunya memaafkan dosa-dosa kita secara paripurna.

Karena itulah, seusai "berbuat dosa" terhadap orang lain, sesuai sunnahnya Rasulullah SAW, dianjurkan untuk sesegera mungkin meminta maaf. Dari pemahaman inilah, kebiasaan bermaaf-maafan setelah Ramadan akhirnya mentradisi di sebagian besar umat Islam di Indonesia.

Sebagai upaya untuk menyempurnakan kebersihan jiwa dan kebersihan diri dari dosa-dosa dengan sesama manusia demi ampunan paripurna dari Allah SWT. Masha Allah!

Luar biasanya, melalui ayat-ayat Al-Qur'an-Nya, Allah SWT juga memberikan pesan tersirat bagi hamba-hambaNya yang berakal. Ternyata, secara faktual memang lebih banyak porsi anjuran untuk memberi maaf lho daripada meminta maaf!

Maknanya sangat jelas! Kita dianjurkan untuk membiasakan diri memberi maaf, sebesar apapun kesalahan dan dosa orang-orang yang berbuat dosa kepada kita.

Dalam QS. Ali Imran159, "Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."

Begitu juga dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa, sebagaimana pernah diwajibkan kepada umat sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa".

Secara tersirat, Allah SWT menjelaskan bahwa tujuan akhir dari ibadah puasa adalah pribadi mutaqqin atau bertaqwa kepada Allah SWT.

Sedangkan dalam QS. Ali Imran ayat 134-135 disebutkan bahwa ciri orang  muttaqin  adalah yang suka berinfaq, mampu menahan amarahnya, suka memaafkan kesalahan orang lain, suka berbuat baik, serta orang yang  bila berbuat keji dan kejahatan yang menimpa diri dan orang lain, segera mengingat Allah Swt dan meminta ampun atas segala dosa-dosanya.

Kita semua mafhum, konsekuensi spiritual dan hukum, bahkan naluriah orang yang melakukan kesalahan adalah bertobat, meminta ampun atau meminta maaf kepada yang kita salahi!

Kalau salahnya kepada manusia, minta maafnya ya harus kepada manusia. Nah kalau berdosanya kepada Allah SWT minta maafnya alias bertobatnya ya kepada Allah SWT.

Seperti kita pahami bersama, setidaknya ada 4 syarat bertobat? 

Pertama, berhenti melakukan perbuatan itu. 

Kedua, menyesal melakukan perbuatan itu. 

Ketiga,  bertekad tidak mengulangi perbuatan itu. 

Keempat, kalau itu berhubungan dengan sesama manusia, dia harus minta ridho, minta maaf dan minta rela.

Dari QS Ali Imran ayat 134-135 Allah SWT memberi petunjuk yang begitu terang dan gamblang! Memberi maaf dan meminta maaf kepada orang lain merupakan ciri pribadi Mutaqqin, atau orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Artinya, orang yang berbesar hati untuk meminta maaf, apalagi  juga mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain, merupakan tanda-tanda sosok pribadi mutaqqin, hamba-hamba yang bertaqwa kepada Allah SWT yang tidak ada balasannya selain, surgaNya yang seluas langit dan bumiNya seperti di sebutkan secara eksplisit pada QS . Ali Imran 133.

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa".

Wallahu a'lam bishawab


Semoga bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN


 

Berlebaran bersama "Talang Asam Manis" di Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Olahan Ikan Talang Asam Manis | @kaekaha

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

La Ilaha Illa Allah, Allah Akbar

Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd

Mendengarkan lantunan takbir yang menggema di angkasa saat hari kemenangan itu tiba, selalu menjadi momen sentimentil yang tidak bisa dihindari oleh setiap perantau yang karena berbagai alasan, terpaksa tidak bisa pulang untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Itu juga yang saya rasakan di awal-awal saya harus bertugas di luar Jawa, tepatnya di bagian Tenggara pulau Kalimantan atau yang sekarang justru lebih dikenal sebagai bagian dari provinsi Kalimantan Selatan, lebih dari 2 dekade silam.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H | @kaekaha
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H | @kaekaha

Sekarang, meskipun saya sudah menetap dan menjadi warga kota seribu sungai Banjarmasin nan bungas!, sesekali rasa haru dan sentimentil saat mendengar lantunan takbir yang mengangkasa di malam takbiran menyeruak, membuka lagi kenangan-kenangan indah bersama keluarga, sahabat, teman, bahkan si mantan! Duh...

Itulah romantika lebaran para perantau yang sepertinya akan terus aktual dan faktual sampai kapanpun! 

Tapi meski begitu, apapun situasinya kita tetap berhak untuk berbahagia menikmati hari raya kita, hari kemenangan kita semua masyarakat nusantara di manapun berada dan saya punya cara canggih untuk menikmatinya!

Ikan Talang Papan Premium | @kaekaha
Ikan Talang Papan Premium | @kaekaha

Lebaran tahun 2024 ini, jauh-jauh hari saya sudah merencanakan sebuah aktifitas untuk menjadikannya sebagai lebaran yang full kebahagiaan. Saya ingin memasak  sekaligus menyajikan kuliner tradisional Banjar yang mulai sulit di temukan di pasaran atau di warung-warung  Banjar, yaitu sajian talang asam manis.

Entah kenapa ya, sejak mencicipi rasa asinnya ikan talang yang "gurih-gurih nagih" hanya dengan sepiring nasi putih hangat di akhir 90-an, saya langsung terpesona dan jatuh cinta pada cicipan pertama!

-Advertisement-

Sajian spesial berbahan dasar ikan talang atau telang, si-ikan asin "sultan" dari Kalimantan Selatan yang harganya sebelas-dua belas sama daging sapi ini merupakan kesukaan sebagian besar Urang Banjar, termasuk saya dan juga keluarga besar istri saya di Banjarmasin. 

Sepiring Nasi Hangat dengan Olahan Ikan Talang Asam Manis | @kaekaha
Sepiring Nasi Hangat dengan Olahan Ikan Talang Asam Manis | @kaekaha

Oh iya! Sejak dulu kala, dalam tradisi kuliner khas Urang Banjar, ikan talang berikut beragam masakan turunannya selalu di manfaatkan oleh masyarakat sebagai mood booster, alias pembangkit selera makan.

Begitu juga dengan olahan ikan talang asam manis kita ini. Selain beda dari yang lain! Salah satunya karena alasan diatas  juga, lebaran kali ini saya ingin sekali memasak sendiri olahan talang asam manis.

Bahan Bumbu Potong untuk Mengolah Ikan Talang Asam Manis | @ kaekaha
Bahan Bumbu Potong untuk Mengolah Ikan Talang Asam Manis | @ kaekaha

Olahan talang asam manis memang pilihan terbaik sebagai mood booster bersantap ria kala  lebaran setelah seharian menikmati sajian kuliner-kuliner yang sudah umum dan lazim ala lebaran, sehingga  tidak jarang   membuat bosan!

Kerennya lagi, untuk membuat sajian Talang asam manis ini bahan yang dibutuhkan juga mudah ditemukan dan yang terpenting cara memasaknya juga relatif mudah, termasuk untuk saya yang bukan tukang masak profesional.

Olahan Ikan Talang Asam Manis | @kaekaha
Olahan Ikan Talang Asam Manis | @kaekaha

Tertarik untuk icip-icip hasilnya? Eits tunggu dulu,  kita masak dulu ya!

Pertama, siapkan bahan-bahannya, yaitu ikan talang, bawang merah, bawang putih, asam Jawa, tomat buah, gula merah, cabe merah dan bisa juga ditambahkan cabe hijau besar.

Kedua, cara membuatnya juga Simple kok! 

-Advertisement-

1. Cuci dan potong-potong ikan talang sesuai keperluan dan sisihkan.

2. Larutkan secukupnya asam Jawa dalam air hangat dan sisihkan.

3. Larutkan secukupnya gula merah dalam air hangat dan sisihkan.

Larutan Asam Jawa untuk Mengolah Ikan Talang Asam Manis | @kaekaha
Larutan Asam Jawa untuk Mengolah Ikan Talang Asam Manis | @kaekaha

4. Potong-potong tomat, cabe merah dan hijau, juga bawang merah dan putih yang telah dikupas lalu tumis sampai berbau harum.

5. Masukkan ikan talang dan juga larutan asam Jawa lalu aduk seperlunya.

6. Masukkan larutan gula merah, garam dan penyedap kalau perlu.

7. Icip-icip olahan dan koreksi rasa, kalau sudah sesuai dengan selera diamkan sampai air menyusut.

8. Angkat dan siap dihidangkan.

Pagi pagi bacanya koran

Duduknya manis si kucing belang

Bahagia hati yang berlebaran

Menikmati sedapnya Ikan talang

Semoga Bermanfaat!

Salam Matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | @kaekaha
Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | @kaekaha

 

Jumat, 03 Mei 2024

Serunya Main "Trambol", Bersama Dingsanak!

Si Sulung dan Ketiga Adiknya Main Trambol | @kaekaha

Trambol atau Tarambol merupakan sebutan Urang Banjar untuk permainan karambol yang dulu pernah populer sebagai permainan rakyat di Indonesia pada dekade 80 hingga 90-an.

Dulu banyak masyarakat yang memainkan trambol ini di teras rumah pribadi, pos kamling juga pos ronda hansip dengan kolega, sanak saudara, tetangga dan juga handai tolan. Intinya siapa saja bisa main trambol ramai-ramai.

Kalaupun di perlombakan, dulu hanya pada momentum hari kemerdekaan alias tujuh belasan saja trambol dipertandingkan. Benar-benar bikin guyup! Ada yang masih mengingatnya?

 

Permainan jadul yang juga dikenal sebagai finger billiards ini sudah satu dekadean terakhir saya perkenalkan kepada anak-anak dan keluarga besar saya setelah saya belikan papan bermainnya di Pasar Sudimampir, Banjarmasin.

Si Bungsu sedang Main dengan Kakaknya | @kaekaha
Si Bungsu sedang Main dengan Kakaknya | @kaekaha

Diperkirakan menyebar ke seluruh pelosok dunia, termasuk ke ke Banjarmasin sejak dekade 70-an, permainan meja persegi empat  yang bisa dimainkan oleh 2-4 pemain sekaligus ini berasal dari India dan secara internasional lebih dikenal sebagai carrum, couronne, carum, karam, karom atau karum.

Saya biasa memainkan permainan modifikasi dari permainan billiard ini, bersama dua bocil, si bungsu dan kakaknya yang nomor 3, kadang-kadang saja kalau diperlukan, mamanya juga ikut gabung bermain.

Tapi kalau si sulung dan adiknya yang nomor 2 liburan, seperti saat Ramadan dan lebaran seperti sekarang, biasanya saya nggak kebagian tempat lagi. Mereka akan bermain berempat badingsanak. 2 lawan 2.

Formasi ini pasti akan berubah lagi, kalau kemenakan atau anaknya kakak-kakak dari isteri saya juga main ke rumah. Kalau sudah begini, biasanya saya dan duo bocil akan terkena seleksi alam, tersisih dan wajib memilih permainan lain yang kita punya, seperti catur, halma, ular tangga dan lain-lainnya.

Meja Trambol Edisi Anak-anak | @kaekaha
Meja Trambol Edisi Anak-anak | @kaekaha

Dalam permainan trambol, memerlukan prasarana utama permainan berupa papan permainan serupa meja kecil dengan ukuran standar intenasional sebesar 74 X 74 cm dan ketebalan atau tinggi antara 10 -30 cm.

Sedangkan media bermain selayaknya bola-bola dalam billiard diganti dengan cakram kecil berbentuk bulat pipih sebesar koin yang terbuat dari bahan mika atau akrilik yang masing-masing set permainan terdapat dua warna berbeda yang biasa kami sebut sebagai biji trambol dan umumnya berjumlah 20 keping.

Sebagai pemukul, juga digunakan sejenis cakram atau biji trambol tapi dengan ukuran yang biasanya sedikit lebih besar dan dengan warna yang berbeda pula yang biasa kami sebut sebagai undas atau gancu (Gaco ; Jawa).

Meskipun di Indonesia permainan trambol atau karambol ini selayaknya permainan rakyat pada umumnya yang lebih dimaksudkan sebagai hiburan di waktu senggang saja, tapi sebenarnya ada organisasi internasional dan profesional yang menaungi eksistensi dan profesionalisme permainan trambol ini.

Biji Trambol | @kaekaha
Biji Trambol | @kaekaha

Dialah ICF (Internasional Carrom Federation), penyusun peraturan dan regulasi standar permainan karambol profesional secara internasional yang dikenal sebagai "hukum karambol".

Berbeda dengan permainan trambol internasional yang ada standar baku cara bermainnya, biasanya saya dan anak-anak justeru memainkannya dengan cara yang lebih beragam dan tidak terikat aturan aslinya, walupun sebenarnya masih memainkan aturan-aturan dasarnya.

Prinsip bermain kami adalah have fun! Menjalin kedekatan dan keakraban lebih intens dengan orang tercinta dan terkasih di sekitar kita plus satu hal lagi! Mengurangi ketergantungan anak-anak dengan gadget, sekaligus mengasah kemampuan psikomotor, emosi dan juga termasuk intelejensia mereka.

Cara memukul atau menggerakkan Undas untuk menembak biji trambol sasaran, tidak dengan stick atau tongkat yang disodokkan layaknya biliard, tapi dengan jentikan jari manis atau jari tengah yang dikaitkan dengan bagian dalam ibu jari alias jempol.

Finger Billiard | @kaekaha
Finger Billiard | @kaekaha

ICF yang bermarkas di Zurich, Swiss dan saat ini mempunyai banyak Anggota yang tersebar di berbagai benua, kecuali Indonesia, bertugas sebagai badan organisasi untuk mengatur permainan trambol secara profesional, juga mengatur peringkat pemain, memberi sanksi dan memberikan penghargaan.

Konsep pertandingannya mudah dan sederhana saja. Jika hanya berdua, maka konsepnya adalah single alias satu lawan satu dengan posisi duduk saling berhadapan atau saling berseberangan di antara meja trambol.

Bila tiga orang, makan konsepnya tetap single, sedangkan jika berempat, maka konsepnya adalah double alias dua lawan dua dengan posisi masing-masing aliansi atau kawan adalah saling berhadapan.

Namanya juga permainan, jadi pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Nah ini yang seru! Biasanya, sesuai kesepakatan bersama yang kalah akan mendapatkan hukuman, yaitu batungging alias nggak boleh duduk di lantai selama game berlangsung atau dengan babadak  alias dibedaki bedak "kastelon" yang di basahi air. Seru kan!?

Semoga Bermanfaat!

Salam Matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | @kaekaha
Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | @kaekaha

Merekam Geliat Pasar Pemurus Dalam, Banjarmasin di H+2 Lebaran

Geliat Aktifitas Pasar Pagi Pemurus Dalam, Banjarmasin | @kaekaha

Pagi yang cerah, pagi yang indah!

Mentari pagi baru saja memendarkan sinar terangnya ketika kendaraan saya mulai memasuki kawasan Pemurus Dalam, kawasan pemukiman di ujung tenggara Kota Banjarmasin, berbatasan langsung dengan kawasan Kertakhanyar, Kabupaten Banjar yang sekarang disulap menjadi pasar rakyat.

Pasar Pemurus Dalam ini awalnya merupakan pasar penampungan bagi pedagang pasar tungging pagi atau pasar tumpah pagi di sepanjang jalan A. Yani di KM 7,5 yang beberapa tahun lalu tidak lagi diperbolehkan jualan di pinggir jalan lintas provinsi tersebut.

Sayuran di Lapak Tukang Sayur | @kaekaha


Keberadaan pasar yang menjadikan lingkungan sekitar menjadi lebih hidup secara ekonomi, sepertinya menjadi faktor utama tetap bertahannya pasar di tengah-tengah pemukiman ini. 

Bahkan semakin hari, pedagangnya semakin banyak dengan barang dagangan yang lebih beragam dan lengkap.

Unik dan luar biasanya, entah darimana rumusnya! Harga-harga beragam produk yang dijual di pasar ini konon banyak yang menyebutnya lebih murah dibanding pasar-pasar lainnya, termasuk "induknya"  Pasar Ahad Pal 7 yang berjarak sekitar satu pal ke arah muara jalan Pemurus.

Penjual Ayam Sekaligus kerongkongan atau Tulang Ayam | @kaekaha

Karena label-label "menguntungkan" sebagai pasar rakyat yang murah dan lengkap itulah, Pasar Pemurus Dalam ini tidak pernah sepi pembeli. Pasar yang hanya buka sampai sekitar jam 10-an pagi ini selalu sesak oleh pengunjung.

Begitu juga dengan situasi pasar pada pagi hari ini Jumat, (12/4) atau H+2 lebaran. Meskipun pengunjung terpantau belum seramai biasanya, begitu juga dengan penjualnya yang juga masih belum full, tapi kepadatan pengunjung sudah lumayan menyesaki pasar yang sebagian besar menyediakan bahan kebutuhan dapur ini.


Menariknya, harga-harga produk pangan, terutama berbagai jenis lauk-pauk seperti ayam, itik, aneka burung rawa dan juga ikan-ikanan, baik ikan laut maupun ikan air tawar, sayur-sayuran serta produk empon-empon dan bumbu-bumbuan yang dijual pada h+2 ini justru cenderung lebih murah bila dibanding saat Ramadan.

Sayang dunia kerupuk dan juga ikan asin, terutama ikan talang masih belum kelihatan berjualan di lapak biasa mereka berjualan yang tadi malah terpantau di tempati oleh pedagang pakaian dalam perempuan, tapi yang jualan bapak-bapak. He...he...he...

Semoga Bermanfaat!

Salam Matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!






 

Singgah di Lok Baintan, Menyaksikan Uniknya Jukung Barenteng




Jukung barenteng merupakan sisi lain dari pesona pasar terapung di Banjarmasin yang masih belum banyak dikenal luas oleh penikmat keunikan tradisi dan budaya Nusantara.

Sebagai atraksi budaya produk langsung dari eksistensi budaya sungai khas masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, jukung barenteng merupakan formasi unik dari rangkaian beberapa jukung (perahu khas Banjar) yang satu sama lain diikat seutas tali dan ditarik secara bersama-sama atau secara ber-rombongan oleh kelotok (perahu bermesin tempel) yang berukuran lebih besar.

Jukung Barenteng | @kaekaha
Jukung Barenteng | @kaekaha

Rombongan jukung barenteng yang sangat unik ini jelas menunjukkan beragam kearifan lokal khas Nusantara yang begitu menginspirasi. Kita bisa melihat dengan jelas bagaimana yang besar melindungi sekaligus terus menunjukkan jalan dan arah yang benar dengan "kekuatan dan kebesaran" yang dimilikinya. 

Tidak hanya itu! Dari jukung Barenteng kita juga bisa belajar bagaimana sebuah kerukunan, kekompakan dan kebersamaan merupakan sebuah keniscayaan untuk terus bergerak maju bersama-sama demi keberhasilan sebuah misi, bahkan ketika harus melawan arus sekalipun!

Untuk bisa menemukan atraksi unik Jukung Barenteng ini, kita bisa menemukannya di 2 waktu yang berbeda, meskipun masih sama-sama di pagi hari yang sama juga, yaitu

Pada pagi buta ketika para pedagang sungai terapung berangkat dari hulu, kampung-kampung pedalaman untuk berjualan di pasar terapung baik di Muara Kuin, Siring Kota, maupun yang di Desa Lok Baintan dengan di tarik kelotok.

Jukung Barenteng | @kaekaha
Jukung Barenteng | @kaekaha

Sedangkan waktu kedua adalah ketika para pedagang ini pulang menuju hulu, kampung-kampung pedalaman di sepanjang sungai Martapura.

Sayangnya, beda dengan waktu keberangkatan para pedagang ke pasar terapung yang relatif "tetap", maka untuk kepulangan para pedagang menuju hulu relatif lebih susah diprediksi karena memang tidak pasti!

Selain nggak pasti jam lewatnya, juga nggak pasti jumlah jukung penyusun formasinya. Bahkan terkadang, nggak pasti juga mereka akan pulang bareng atau sendiri-sendiri! He...he...he...

Tapi itulah seninya menikmati budaya sungai khas Suku Banjar berjudul Jukung Barenteng !

Semoga Bermanfaat!

Salam Matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN
Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN


Minggu, 28 April 2024

Membedah Mantra "Bulikakan ka Wadahnya" dalam Tradisi Basasimpun ala Urang Banjar

Membedah Mantra "Bulikakan ka Wadahnya" dalam Tradisi Basasimpun ala Urang Banjar
Merapikan Tumpukan Sarung | @kaekaha

"Bulikakan ka Wadahnya" atau kalau dalam bahasa Indonesia, "mantra" ini bisa dimaknai sebagai "kembalikan ke tempat semula" atau bisa juga menjadi versi serupa tapi tak samanya "kembalikan seperti semula", merupakan mantra warisan dari keluarga istri yang secara ketat masih terus diamalkan sampai detik ini.

Kalau diperhatikan sungguh-sungguh, "mantra" ini sebenarnya tidak jauh beda dengan teori-teori yang diajarkan dalam housekeeping management modern yang biasanya diajarkan di kelas-kelas mewah dan mahal.

"Mantra" dalam wujud sebuah frasa diatas, aktual dimanfaatkan untuk "mengingatkan" sekaligus melatih tanggung jawab para pengakses "ruang publik berikut kelengkapannya" agar ikut peduli dan bertanggungjawab atas kenyamanan, kelengkapan dan kemungkinan juga keamanan fasilitas "ruang publik" dimaksud.

Mantra ini berlaku untuk semua barang atau benda yang karena keperluan atau kebutuhan kita, harus kita pindahkan tempatnya dan setelah selesai, maka wajib kita kembalikan ke tempat asal atau juga ke bentuk awal. Sekali lagi hukumnya wajib!

Contoh penerapan frasa "Kembalikan ke Tempat Semula" dalam internal keluarga antara lain, seperti mengembalikan sepatu yang baru saja dipakai ke rak sepatu asalnya.

Begitu juga setelah sendok makan, gelas, piring, mangkok dan peralatan makan juga dapur lainnya setelah dicuci, segera kembalikan ke tempat asal yang telah ditentukan.

Termasuk juga setelah kita memakai alat-alat bantu seperti gunting, cutter, penghapus, rautan, penggaris, termasuk lem kertas. Setelah selesai dipakai, "wajib" langsung dikembalikan ke tempat asalnya.  

Atau mungkin mengembalikan remote AC ataupun remote televisi ke tempat asalnya setelah selesai memakainya.

Sedangkan untuk frasa "Kembalikan Seperti Semula", bisa kita temukan di ruang-ruang ibadah, seperti setelah memakai mukena dan sajadah atau mungkin memakai sarung dan kopiah untuk shalat, termasuk juga setelah membaca mushaf Alquran.

Setelah selesai, semua perlengkapan sholat tersebut wajib dilipat seperti semula dan dikembalikan ke tempat asalnya masing-masing, sesaat setelahnya dan tidak boleh ditunda-tunda.

 

Bisa juga mengembalikan posisi gorden penutup kamar ataupun jendela kamar seperti semula setelah selesai pemakaiannya.

Kalau diperhatikan model frasanya, pada "Kembalikan ke Tempat Semula" PoV-nya ada pada "tempat", yaitu tempat asalnya barang atau benda yang sengaja diambil untuk dimanfaatkan.

Sedangkan pada "Kembalikan Seperti Semula" PoV-ya pada bentuk dan atau kelengkapan asal dari benda yang sengaja kita manfaatkan fungsinya

Apa sih tujuannya penerapan mantra ini?


Tujuannya jelas, agar benda-benda yang sudah selesai kita manfaatkan, bisa segera tertata rapi kembali ditempatnya, tidak berserakan dan berhamburan yang bisa berakibat benda-benda tersebut tercecer dan tidak terdeteksi keberadaanya alias hilang, sekaligus meminimalisir kemungkinan kerusakannya, sehingga kelengkapannya juga lebih mudah di monitor.

Tidak hanya itu! Aktifitas ini juga bermanfaat untuk menjaga estetika ruangan, rak, lemari dan "wadah-wadah" lainnya agar tetap rapi dan enak dilihat, sehingga tidak saja mempermudah akses orang lain yang juga memerlukan, tapi juga bermanfaat untuk menjaga mood semua pengakses.

Begitu juga ketika kita mengembalikan seperti semula "lipatan" sekaligus mengembalikan ke tempat semula sarung, mukena, sajadah, kopiah bahkan Alquran setelah kita pakai, tentu akan membantu mempermudah orang lain untuk menemukan dan memanfaatkannya kembali, selain tetap menjaga kerapian dan juga estetika ruangan dalam mushalla atau masjid, sehingga tetap nyaman di pakai siapa saja untuk beribadah.

Poin utama dari mantra "bulikakan ka wadahnya" ini adalah konsistensi dari semua elemen dalam keluarga. Tanpa konsistensi, "penegakan" mantra "bulikakan ka wadahnya" tidak akan pernah bisa terwujud menjadi habitus.

Karena habitus dalam keluarga, termasuk pada anak-anak hanya akan terbentuk jika aktifitas pengulangan-demi pengulangan dalam rangka mematuhi mantra diatas, dilakukan secara konsisten, hingga terekam dalam alam bawah sadar hingga  lengket dengan kuat.

Apa manfaatnya bagi tradisi Basasimpun?

-Advertisement-

Tradisi Basasimpun merupakan tradisi turun-temurun Urang Banjar setiap akan mengahadapi hajatan besar, acara besar atau hari-hari besar dalam Islam, termasuk lebaran yang secara tradisional merupakan gabungan dari semua aktifitas yang berujung pada bersih-bersih (babarasih), merapikan, beres-beres (baberes), termasuk memperbaiki yang bisa diperbaiki dan lain-lainnya.

Jika mantra "bulikakan ka wadahnya" ini telah menjadi habitus dalam keluarga, maka tradisi Basasimpun di setiap menjelang hajatan-hajatan besar tidak akan terlalu merepotkan, bahkan bisa di skip sejak dini, karena semua sudah tertata rapi dan bersih. Termasuk untuk lebaran kali ini. Keren kan!?

Semoga Bermanfaat!

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas !

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN
Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN

Pak Satir, Mudik Lebaran dan Kisah "Orang Baik" yang Akan Selalu Ada di Sekitar Kita

Unggahan Momen Para Penumpang PO BORLINDO Sedang Makan Siang di Rumah Mertua Pak Satir | IG/Lambe_turah

Perjalanan mudik di lebaran selalu menghadirkan beragam cerita yang menggugah perasaan, ada suka-duka, bahagia dan juga nestapa yang bisa saja hadir beriringan ataupun bergantian untuk menyapa si pemilik takdir.

Tak kurang, begitu banyak berita di berbagai media mengabarkan musibah kecelakaan di seputaran aktifitas mudik yang menelan banyak korban jiwa.

Termasuk kecelakaan maut di kawasan Pantai Hambawang, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan yang menewaskan dua korban jiwa, salah satunya Noor Aina, seorang guru ngaji yang juga sepupu istri dalam perjalanan pulang dari Banjarmasin-Hulu Sungai Tengah, Kamis (11/4).

Innalilahi wa Inna ilaihi rojiun. Selamat jalan Na! Semoga Allah SWT menempatkanmu di tempat terbaik! Amin.

Uniknya, cerita mudik tahun ini juga dihiasi oleh berita-berita "ganjil", seperti anak dan isteri yang di usir suami dan mertua, juga orang tua diusir anak hingga keleleran dijalanan karena kehabisan ongkos dan lain-lainnya! Entahlah, sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini?

Tapi diantara berbagai berita seputar mudik yang mengharu biru dan memiriskan hati diatas, baru-baru ini dunia maya seperti mendapatkan "siraman rohani" yang begitu menyegarkan sekaligus menggugah kesadaran rasa kemanusiaan kita semua.

Ternyata orang baik memang benar-benar masih ada!

Begitulah komentar yang bertebaran di berbagai aplikasi media sosial yang mengunggah ulang kisah aksi heroik M Syatir Tajuddin atau M Satir (sesuai akun tik tok beliau), sopir bus antar kota antar propinsi PO. BORLINDO jurusan Palu-Makkasar yang mengajak 1 bis penumpangnya untuk "berlebaran", makan di rumah mertuanya.

Pak Satir yang pada hari lebaran tetap bertugas membawa penumpang mudik dari Palu (Sulawesi Tengah) menuju Makkasar (Sulawesi Selatan) sejauh sekitar 800-an km  dan bisa ditempuh dengan perjalanan hampir sehari semalam, tidak mendapati warung dan rumah makan buka.

Ungkapan Salah Satu Penumpang di Media Sosial yang Akhirnya Viral | Tik tok/@octavpietherdjumapny

Wajar jika, Pak Satir melihat kegelisahan para penumpangnya yang sedang kelaparan di sepanjang perjalanan. Menariknya, tanpa memberi tahu penumpangnya, saat memasuki kawasan Polewali, Mandar Sulawesi Barat, Pak Satir diam-diam mengarahkan bus yang dikemudikan ke rumah mertuanya.

Setelah sampai, semua penumpang diajak naik ke rumah panggung mertuanya dan langsung di suguhi beragam suguhan untuk makan siang.


@octavpietherdjumapny sehat selalu pak satir #tiktokpalu #fyppppppppppppppppppppppp #fypviral  suara asli - octavpietherdjumapny

Seperti dalam unggahan akun tiktok @octavpietherdjumapny yang pertama kali "membocorkan" kisah heroik Pak Satir dan keluarganya ke media sosial sesaat setelah kejadian atau empat hari yang lalu tepat di hari H lebaran.

Dalam video singkat tak sampai semenit tersebut, awalnya tampak pemandangan persawahan di pinggir jalan yang semakin menarik dengan catatan heroik yang ditulis pengunggahnya "Terima kasih sopir bus BORLINDO Palu Makkasar. 

Lebaran hari pertama, kami masih di jalan buat mudik. Jam 12 siang saya lapar. Warung pd tutup semua. Tp diam diam sopir bawa kami ke rumah mertua nya dan menyuguhkan makanan buat kami santap bersama di hari lebaran".

Pada potongan video selanjutnya terlihat semua penumpang bus yang entah berapa jumlahnya, sedang lesehan menikmati makan siang dengan menu olahan sepertinya daging, selayaknya olahan tradisional khas lebaran dalam piring-piring dan mangkuk dengan lahapnya.

Ungkapan Salah Satu Penumpang di Media Sosial yang Akhirnya Viral | Tik tok/@octavpietherdjumapny


Lagi, si pengunggah video memberikan "catatan yang mengandung bawang" dalam potongan lanjutan videonya. "Seluruh penumpang bus makan. Serasa rumah sendiri".

Luar biasanya, meskipun penumpang yang dibawa pulang untuk makan siang di rumah mertua Pak Satir cukup banyak, ternyata hidangan yang disajikan jauh lebih banyak! 

Tampak dalam video, ketika si perekam beranjak keluar rumah masih banyak sajian lauk dalam piring dan mangkuk yang belum tersentuh. Inilah definisi asli "memuliakan tamu!"

Sekali lagi, di momen video ini @octavpietherdjumapny memberikan catatan berupa doa kepada Pak Satir dan keluarganya yang disebutnya sebagai "orang baik" sambil keluar rumah sekaligus menuruni anak tangga yang semakin mempertegas rumah si "Orang Baik"ini rumah panggung berbahan kayu.

Terima kasih Orang Baik! | Tik tok/@octavpietherdjumapny

"Terima kasih Orang Baik semoga Allah melindungimu di setiap langkahmu".

Jujur, saat pertama kali bertemu dengan unggahan @octavpietherdjumapny setelah mendapatkan kiriman dari teman, saya benar-benar speechless dibuatnya! Masha Allah!

Lebaran tahun ini, jelas tidak akan pernah dilupakan oleh @octavpietherdjumapny dan semua penumpang bus BORLINDO lain yang diajak Pak Satir berlebaran di rumah mertuanya.

Jelas bukan hanya karena jamuan makannya saja, tapi juga kebersamaan, keramahan dan juga kehangatan yang begitu mudah terjalin, tanpa harus mencari tahu siapa dan apa saja latar belakang masing-masing! Apalagi situasinya di hari kemenangan yang sangat spesial!

Terima kasih "Orang baik"! Semoga Pak Satir dan keluarga selalu dalam perlindungan dan kasih sayang Allah SWT. Dimudahkan segala urusannya, dilancarkan rezekinya dan selalu dipertemukan dengan orang-orang baik juga! Amin.

Semoga kisah-kisah menginspirasi seperti ini yang kedepannya menghiasi hari-hari kita. Aman, damai dan sejahtera hidup di Nusantara.

Semoga Bermanfaat!

Salam Matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN