Tampilkan postingan dengan label lebaran haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebaran haji. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Agustus 2023

Mengenal dan Memahami Uniknya Tradisi Kulineran Urang Banjar di Seputar Lebaran

Mengenal dan Memahami Uniknya Tradisi Kulineran Urang Banjar di Seputar Lebaran
Ragam Hidangan Lebaran di Banjar | @kaekaha

 

Salah satu tradisi berlebaran Urang Banjar yang sepertinya akan terus eksis adalah kulineran alias makan-makan. Setiap menjelang lebaran, umumnya masing-masing keluarga sudah menyusun list jenis masakan tradisional khas Banjar yang akan dimasak untuk dihidangkan kepada teman, sahabat, dingsanak dan tamu-tamu lainnya yang datang berlebaran ke rumah.

Semua tidak lepas dari tradisi bailang atau tradisi saling mengunjungi yang telah menjadi tradisi turun temurun Urang Banjar sebagai pengejawantahan ketaatan kepada Rasulullah SAW, terkait keutamaan sunnah menjalin silaturahmi.

Katupat Batumis | @kaekaha
Katupat Batumis | @kaekaha

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,

"Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)."

 (HR. Bukhari no. 5983)

Menariknya, tradisi saling mengunjungi yang semakin menemukan momentumnya saat lebaran tiba ini, pada gilirannya juga menuntun hadirnya tradisi Urang Banjar lainnya yang juga bersumber dari sunnah Rasulullah, yaitu tradisi untuk memuliakan tamu (dalam konteks ini diterjemahkan sebagai memberi makan), sebuah tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah sejak 14 abad silam.  

Laksa Banjar | @kaekaha
Laksa Banjar | @kaekaha

Jadi, alasan Urang Banjar terus melestarikan tradisi kulineran di saat lebaran, selain untuk merayakan hari kemenangan, sejatinya berangkat dari niat untuk mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW dengan menghidupkan silaturahmi, sekaligus memuliakan tamu, dua buah tradisi yang berakar dari tuntunnan Rasulullah SAW yang tentunya, Insha Allah ada nilai pahalanya di sisi Allah SWT. 

Uniknya, mungkin karena sejarah tradisi bailang pada awalnya hanya melibatkan elemen keluarga saja atau lingkaran dalam dingsanak yang tentunya bubuhan Urang Banjar jugamaka wajar jika secara tradisi juga, ragam kuliner yang biasa dihidangkan selama lebaran umumnya juga kuliner tradisional khas Banjar saja dan itu tetap berlaku sampai sekarang.

Lontong Tampusing | @kaekaha
Lontong Tampusing | @kaekaha

Memang, "globalisasi" tetap memaksakan adanya perubahan, tapi syukurnya untuk urusan kuliner, Urang Banjar termasuk  entitas budaya yang tidak mudah baliuran alias mudah tergoda untuk pindah kelain selera. Untuk yang satu ini, mereka bahkan layak disebut mempunyai "militansi" yang cukup kuat untuk mempertahanakan selera "tradisi". 

Jangan heran jika, anda bertemu dengan Urang Banjar yang tengah merantau, entah untuk sekolah, kerja, naik haji, umrah atau apa saja, selalu membawa bekal beras, cabai merah kering, iwak wadi, iwak karing dan lain-lannya atau masih saja minta kiriman dari kampung di Kalimantan Selatan!

Salada Banjar | @kaekaha
Salada Banjar | @kaekaha

Bersyukurnya, sekarang semua menyadari! Jika pada awalnya, semua berangkat dari niat baik untuk mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW, ternyata berkah yang dibawa mengalir kemana-mana dan salah satunya adalah tetap terjaganya beragam tradisi di seputar lebaran dan tentunya beragam kuliner banjar juga tetap eksis.

Beruntungnya lagi, lebaran kali ini situasinya jauh lebih kondusif jika dibanding dengan dua edisi lebaran sebelumnya. Situasi yang berangsur normal, memungkinkan umat Islam di Kota 1000 Sungai kembali saling bailang. 

Itu artinya, kita semua akan bertemu dengan aneka menu kuliner saraba nyaman (serba nyaman : bhs Banjar) seperti Soto Banjar, Katupat Kandangan, Rawon, Lontong Tampusing, Katupat Batumis, Itik Panggang, Laksa Banjar, Iwak Babanam, Salada Banjar dan beragam wadai karing (kue kering : bhs Banjar) serta minuman-minuman segar berkhasiat khas Kalimantan.

Jadi kapan anda semua bailang, berlebaran di Banjarmasin?

Semoga bermanfaat!

"Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1443 H"


Salam matan Kota 1000 Sungai,
Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN
Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN




Sabtu, 09 Juli 2022

Sapi dan Kambing Tidak Mengandung Kolesterol

 

Sapi tidak mengandung kolesterol | @kaekaha

Seperti biasa, setelah sholat Isya di masjid kampung Moro Trisno, Bambang sama teman-temannya selalu berkumpul di warung trisno selirmui yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah si-Parman Sayur, anaknya Pak Parmin juragan balon yang sejak dalam kandungan kabarnya memang sudah kerempeng seperti papan.

Spesial di malam takbiran kali ini yang ikut jagongan di warung selain anggota tetap seperti Bambang, Margono, Parman sayur , Agus-tusan , Sugeng Rawuh dan Budi Pekerti, ternyata juga ada Pakde Karso dan juga Paklik Trimo.

"Pakde, panjenengan apa sudah tahu tentang kabar kesehatan terbaru untuk umat!?" Tanya si Bambang membuka pembicaraan sama Pakde Karso, setelah mengambil satu rondo royal alias tape goreng dari balik tudung saji.

"Kabar opo to Mbang?" Tanya si Sugeng Rawuh.

"Kabar penting untuk kita semua, Geng!" Kata si Bambang  sambil meninju perut kawan sepermainannya yang sejak berhenti nyusu ASI ibunya tambah bulat bin bunder itu.

"Nggak Mbang, aku ora weruh kabar apa itu?" jawab Pakde Karso sambil menyeruput kopi hitam  tanpa gula yang konon kasukaan Pakde sejak masih TK.

"Kawan-kawan pada ingin tahu nggak, ini sangat penting lho!?" Kata si Bambang lagi kepada kawan-kawan yang lain, sambil memperhatikan wajah kawan-kawannya satu persatu. Sementara kawan-kawannya pada cuek seperti bebek lagi berbaris di jalan raya.

Si-Margono lagi asyik main catur lawan Si-Budi, Si Agus Tusan lagi serius ditelpon sama istrinya, begitu juga dengan si Parman, si jangkung yang paling hobi main bola voli itu lagi nonton siaran langsung final kejuaraan dunia ping-pong dari gadget-nya.

Sedangkan Paklik Trimo sedang serius mengaduk kopi yng baru disuguhkan oleh Lik Gendon pemilik warung trisno selirmu!

"Tadi malam saya melihat acara bagus di tipi, tentang nutrisi hewan-hewan ternak untuk kurban, Pakde!"
Kata  Si Bambang dengan mimik muka serius.

"Katanya bapak propesor di tipi itu, ternyata unta, kambing, sapi dan juga kerbau yang biasa dijadikan hewan kurban itu  tidak mungkin mengandung kolesterol!" 


"Mosok, Sing bener Mbang?" Kata Pakde Karso  tersenyum simpul penuh arti sambil bergerak mendekati duduk Si-Bambang. Maklum sudah lama Pakde Karso takut makan daging karena takut kolesterolnya naik.

"Kata propesor siapa Mbang, kalo kambing dan kawan-kawannya itu tidak mengandung kolesterol!? Opo nggak ngapusi itu!?" Parman Sayur bersemangat  mandengar berita baru yang sangat menyenangkan hatinya itu. Apalagi kalau bukan soal hantu bernama kolesterol.

"Wah apik tenan iki beritane, artinya lebaran haji nanti aku bisa makan daging kambing, Mbang! Kata Paklik Trimo tidak kalah senangnya.


"Kata bapak propesor yang  ahli  binatang di tipi itu, pendapat yang mengatakan kalau kambing, sapi, dan kerbau itu mengandung kolesterol apalagi jumlahnya banyak, ternyata sama sekali tidak benar alias hoaks, bahkan beliau mengatakan pendapat ini sama sekali tidak didasari oleh penelitian ilmiah, karena hasil pengamatan ilmiah hewan-hewan ternak itu tidak mungkin akan mengandung kolesterol", kata si Bambang semakin serius menjelaskan kepada seisi warung yang semakin malam semakin ramai orang.


"Serius, beneran to Mbang?" Tanya Budi Pekerti, Parman sayur dan  Si-Agus Tusan hampir berbarengan. Sepertinya, mereka bertiga mulai terbius oleh penjelasan ilmiah si-bambang yang memang terlihat sangat meyakinkan siapapun yang mendengarnya.

"Iya, dua rius malah!" Kata si Bambang lagi meyakinkan.

"Terus yang benar secara ilmiah piye Mbang, kata pak propesor di tipi?" Tanya Pakde Karso

"Jadi, panjenengan ini benar-benar tidak tahu ya Pakde, Paklik? Wah sayang sekali ..." Si Bambang balik bertanya.

"Beneran Mbang! Kami bener-bener ingin tahu ilmu kesehatan kekinian yang sepertinya  sangat bermanfaat untuk kami yang subur-subur ini"
, kata si Parman juragan sayur mewakili seisi warung yang bener-bener serius menunggu penjelasan penting dari si Bambang.

"OK baiklah! Mudahan ilmu ni bermanfaat untuk kita semua!" Kata si Bambang memulai penjelasan sambil merubah gaya dan intonasi suaranya seperti gaya ustad-ustad di tipi.

""Kata bapak propesor itu, yang namanya kambing seumur hidupnya hanya bisa mangandung anak kambing, gak bakalan mungkin mengandung kolesterol. Begitu juga sapi, pasti mangandung anak sapi, naaaah kalau kerbau pasti mangandung an...."

Belum selesai  Si-Bambang menjelaskan, seisi warung sudah  mengangkatnya beramai-ramai  dan diceburkan ke kolam ikan di sebelah warung trisno selirmu!

Ha...ha...ha.... dasar si Bambang!

Semoga Menghibur!

Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H,
Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan  Bungas! 


Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN

Artikel ini juga diposting di Kompasiana pada 11 Agustus 2019   23:40 WIB