Tampilkan postingan dengan label bingka barandam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bingka barandam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2024

Bingka Barandam, Segarnya Berlebaran dengan Wadai Berkuah Peluruh Dendam

Input sumber gambar

Salah satu keunikan tradisi berlebaran di nusantara adalah munculnya beragam kuliner tradisional sebagai bagian dari jamuan bersantap bagi sanak saudara, handai tolan, tetangga dan tamu-tamu lainnya yang berkunjung ke rumah, terlebih di kediaman sosok-sosok yang biasanya di tuakan.

Begitu juga di Kota 1000 Sungai Banjarmasin nan Bungas! Di setiap rumah biasanya tidak akan ketinggalan untuk menyajikan beragam kuliner tradisional khas Banjar, baik berupa camilan atau wadai karing, kudapan atau beragam wadai, sampai menu-menu makanan berat.

Dari sekian banyak kuliner tradisional Banjar yang sering muncul saat lebaran, selain beragam kuliner berat berkuah kaldu kesukaan saya seperti sop dan soto Banjar, bistik ayam atau daging, lontong tampusing, katupat Kandangan, juga katupat batumis, Urang Banjar juga mempunyai kudapan kue unik yang selalu menjadi primadona di sepanjang bulan Ramadan hingga lebaran, yaitu Wadai Bingka Barandam.

Wadai atau kue yang sangat unik dan tentunya juga super nikmat ini langsung bisa membuat saya jatuh cinta, ketika pertama kali mencicipinya di akhir 90-an, ketika untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di mantan Ibu Kota Kalimantan Selatan ini.

Penampakan unik kue bolu berkuah dengan warna kuning telur segar ini selalu sukses membuat siapapun terpesona dan jatuh cinta pada pandangan pertama dan akan semakin jatuh hati ketika mulai mencicipi sesuap demi sesuap bolu lembut nan legit ini.

Bagaimana tidak? Keunikan wadai berkuah ini jelas menjadi pembeda sekaligus penyebab "lapar mata".

Apalagi begitu mengudap sepenggal-demi sepenggal perpaduan kue bolu super lembut yang hanya dibuat dari tepung dan kuning telur plus direndam dalam kuah kinca manis yang legitnya pas berpenyedap kayu manis, vanili dan daun pandan alami ini!

Tidak heran jika kelezatan wadai yang juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Pulau Kalimantan, termasuk masyarakat negeri jiran, Malaysia dan Brunei Darussalam ini selalu maulah karindangan alias ngangeni siapa saja yang pernah mencicipinya.

Asal nama bingka barandam jelas diambil dari cara penyajian kuenya yang direndam dalam kuah kinca manis nan menyegarkan tersebut. Kosa kata asalnya, “barandam atau berandam” dalam bahasa Indonesia berarti berendam.

Jika anda sebelumnya sudah familiar dengan beragam wadai bingka khas urang Banjar lainnya, seperti bingka kentang, bingka waluh, bingka telur, bingka pisang, bingka ubi dan lain-lainnya yang kesemuanya diolah dengan cara di bakar dan mempunyai citarasa manis lumer, maka bingka barandam ini beda 180 derajat dengan saudara-saudara sepupunya tersebut

Tekstur wadai bingka barandam jauh lebih lembut layaknya sponge atau spons, sehingga tidak memberi efek mengenyangkan apalagi bikin eneg, karena cita rasa manisnya yang pas sangat  menyegarkan apalagi setelah didinginkan beberapa saat dalam lemari pendingin.

Ini yang unik dan asyik! Biasanya, kudapan manis apalagi dipadu kuah manis, menyebabkan rasa eneg jika disantap berulang-ulang kali, terlebih bagi selain penikmat kuliner manis seperti saya. Nah, wadai bingka barandam berlaku sebaliknya! Justeru bikin ketagihan kalau disantap berulang-ulang he...he...he...

Ketika menyantap kue pertama, maka saat itu juga hasrat menyantap kue kedua menyeruak, begitu pula saat menyantap kue kedua dan begitu seterusnya, sampai kue dan kuah yang sama-sama berwarna kuning telur itu ludes tempat sajian.

Tidak hanya itu, kue yang konon “boros telur” ini juga menawarkan sensasi mengudap kue yang benar-benar berbeda dan tidak akan terlupakan sampai kapanpun!

Begitu masuk ke dalam mulut, bolunya akan pecah di lidah, maka saat itulah kuah manisnya yang lezat dan dingin menyegarkan mengguyur tenggorokan, memanjakan semua indera perasa kita. Suegaaaarnya Sedaaaap dan nikmaaaaat!

Sayang, wadai bingka barandam yang juga menu favorit buka puasanya Urang Banjar ini, hanya mudah ditemukan di seputaran Ramadan dan lebaran saja. Tidak di hari-hari biasa!

Khusus di seputaran bulan Ramadhan, varian rasa dan bentuk bolu bingka barandamnya lebih beragam. Tidak hanya versi original saja, tapi juga ada rasa tapai, pandan, nangka, kelapa muda, hingga yang kekinian seperti cokelat dan keju.

Begitu juga dengan bentuknya, tidak hanya bulat, tapi juga beragam ada bentuk bunga, hati, persegi dan lain-lainnya. Mau coba?

Nah, kalau mau mencoba otentiknya wadai nan unik ini, memang tidak ada cara lain selain harus terbang dan jalan-jalan ke Banjarmasin. Tapi kalau mau coba-coba pemanasan dulu, boleh juga tuh resep turun-temurun keluarga istri saya ini dicoba!

Selain bahan untuk membuatnya relatif murah dan mudah didapat, cara membuatnya juga tidak terlalu ribet kok! Yuk dicoba!

(Resep Keluarga) Wadai Bingka Barandam (untuk sekitar 8-10 porsi) :

Bahan :

200 gr tepung terigu

8 butir telur itik

1-2 sdm gula pasir

Cara Membuat :

Pertama, kocok telur itik dan gula pasir hingga mengembang yang ditandai dengan adonan berwarna agak kepucatan dan bila mixer diangkat, adonan tidak menetes lagi.

Kedua, masukan tepung terigu ke adonan secara perlahan, lalu aduk sampai merata.

Ketiga, siapkan cetakan bingka dengan mengoleskan margarin, lanjut panaskan dengan api kecil.

Keempat, setelah cetakan panas, tuang adonan ke dalam cetakan dan biarkan sampai matang.

Kelima, Angkat dan sisihkan dulu.


Bahan kuah:

500 ml air

300 gr Gula pasir

3 lembar daun pandan

Kayu manis secukupnya

Vanili secukupnya

Cara Pembuatan:

Pertama, masukkan air, gula, daun pandan, bubuk vanili dan kayu manis secukupnya, lalu panaskan semuanya hingga mendidih dan gulanya larut.

Kedua, angkat dan dinginkan.

Ketiga, saring kuah, ambil kuahnya kincanya.

Keempat, siram dan rendam bolu dengan kuah kinca sampai beberapa saat, sampai kuah meresap ke dalam bolu yang ditandai dengan bentuk bolu yang mengembang dan terlihat basah layaknya sponge

Kelima, Siap dinikmati dengan keluarga!

Semoga bermanfaat! 

Salam matan Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas!

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN













 

Selasa, 20 September 2022

Bingka Barandam, Kue Berkuah nan Segar Menu Favorit Buka Puasa dari Kalimantan Selatan

Wadai Bingka Barandam | @kaekaha

Menyebut dan membahas nama Wadai (kue;bhs Banjar) Bingka Barandam, kudapan unik nan enak dan pastinya sangat menyegarkan khas Urang Banjar yang kelezatannya telah menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Pulau Kalimantan, termasuk masyarakat negeri jiran, Malaysia dan Brunei Darussalam ini, sepertinya berpotensi untuk "menggoda kekhusyuan" ibadah puasa semua pembaca. 

Jadi, mohon berhati-hati ya kalau anda sedang berpuasa, apalagi membacanya pas siang bolong dan sedang panas-panasnya he...he...he... 

Jika anda termasuk pemerhati wadai atau kue penganan khas Banjar yang sejak dulu terkenal dengan citarasanya yang manis dan legit, termasuk cirikhas smoky-nya karena memasaknya memang harus dibakar, seperti bingka kentang, bingka waluh, bingka telur, bingka pisang, bingka ubi dan lain-lainnya, maka wadai bingka barandam yang ini bisa dibilang anomali alias perkecualiannya.  

Baca Juga :  Balada "Warung Sakadup", Sisi Unik nan Menggemaskan Ramadhan di Kota 1000 Sungai

Kue yang juga disebut-sebut sebagai "boros telur", karena memerlukan banyak telur meskipun irit bahan lain dalam pembuatannya, karena hanya memerlukan terigu serta tambahan aroma penyedap alami berupa daun pandan, vanili dan kulit kayu manis ini tidak dibakar dan disajikan dengan kuah kinca manis yang segar dan nikmat! Hingga sangat cocok sebagai menu buka puasa favorit di Pulau Kalimantan.

Cita rasa manis, lumer dan segar dari kuah kinca dingin yang meleleh keluar dari wadai bingka yang pecah di mulut sesaat setelah disuap, memang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh siapapun yang pernah mencoba menikmatinya.

Tidak heran jika sampai saat ini, di kampung halamannya sendiri di seputaran Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas wadai legendaris ini masih tetap eksis di meja makan sebagai menu utama berbuka puasa, begitu juga di lapak-lapak pasar wadai atau di penjual-penjual takjil di berbagai sudut Kota Banjarmasin yang biasa berjualan menjelang senja.

Memang serasa belum lengkap berbuka puasa di banua, jika belum menikmati legitnya kesegaran wadai dengan aksen warna kuning yang konon terinspirasi dari warna kebesaran Kesultanan Banjar yang juga melambangkan kemakmuran layaknya tradisi masyarakat Melayu secara umum.


Bingka Barandam versi Single | @kaekaha

Nama Bingka Barandam yang melekat pada kudapan berkuah ini, jelas berasal dari cara penyajian kue unik ini, dimana kue bolu telur berwarna kuning yang biasanya berbentuk bulat ini direndam dalam kuah kinca bercitarasa manis legit yang akan semakin nikmat jika sebelumnya didinginkan dalam lemari pendingin.

Dalam bahasa Banjar, kosakata Barandam atau berandam arti dan maknanya sama dengan istilah berendam dalam bahasa Indonesia.

Keunikan utama wadai, bingka barandam ini, memang terletak pada keberadaan kuah kinca bening berwarna kekuningan atau ada sebagian yang oranye cerah dan berfungsi sebagai layaknya kuah perendam tersebut. 

Setelah direndam dalam kuah kinca bercitarasa manis legit nan lembut, tekstur kue bolu telur akan menjadi sangat lembut layaknya sponge, karena menyerap kuah kinca, maka jika disuap ke dalam mulut, sesaat kemudian bolu telurnya yang sarat dengan kuah kinca dingin nan segar akan pecah dimulut. 

Baca Juga :  "Banjir" Belungka Batu, Tanda-tanda Urang Banjar Bersiap Memasuki Bulan Ramadan

Kuah kincanya yang manis dan segar akan meleleh keluar membasahi lidah dan langsung menuju kerongkongan untuk memberikan sensasi yang luar biasa nikmatnya. Ini yang bikin ketagihan!

Uniknya lagi, meskipun citarasanya cenderung dominan manis, tapi kue ini tidak menyebabkan rasa eneg, meskipun dimakan berulang-ulang kali, lagi dan lagi sampai  sajian habis...he...he...he...


Bingka Barandam versi Porsi Besar | @kaekaha

Sesaat setalah prosesi menyantap kue pertama tuntas, maka saat itulah hasrat untuk menyantap kue kedua biasanya langsung menyeruak menggerakkan alam sadar, hingga tangan kanan akan bergerak memainkan sendok untuk mengambil lagi bingka barandam dengan sedikit kuahnya dan slurrrrrpppp! 

Bingka barandam dalam mulut langsung hancur dengan kuah kinca manis dan lezat yang meleleh membasahi sampai tenggorokan, hmmmmm suegaaaarnya sedaaaap dan nikmaaaaat! Biasanya begitu terus sampai kue telur lembut itu ludes dari piring. 

Baca Juga :  Hablumminannas dan Tali-temali Tradisi Kesalehan Sosial Khas Pasar Terapung, Lok Baintan

Sayang, kue yang memang identik sebagai menu wajib untuk berbuka puasa Urang Banjar dan juga Kalimantan ini relatif sulit ditemukan pada hari-hari biasa. Padahal di bulan Ramadhan, varian bingka barandam bisa menjadi lebih beragam, baik rasa maupun bentuknya. 

Ada rasa tapai, pandan, nangka, kelapa muda, hingga yang kekinian seperti cokelat dan keju. Begitu juga dengan varian bentuknya, yang tidak hanya monoton pada bentuk bulat saja, tapi juga bentuk bunga, hati, persegi dan lain-lainnya. Mau coba?


Wadai Bingka Barandam Kemasan untuk Berbagi | @kaekaha

Indahnya Berbagi Wadai Bingka Barandam!

Sebagai kuliner yang identik sebagai menu buka puasa di Kota 1000 Sungai, Banjarmasin nan Bungas, maka wadai bingka barandam juga menjadi salah satu obyek berbagi yang paling nge-hits di setiap bulan Ramadan. 

Layaknya mood booster, biasanya siapapun jika melihat kemasan transparan dengan isi berwarna kuning dan berkuah seperti gambar diatas, otomatis "gairah hidupnya" di sisa-sisa waktu puasa di senja hari akan kembali setrong ...he...he...he...! Nggak percaya, yuk nyobain puasaan Ramadan di Banjarmasin, yuk!  


Jangan baliuran lah! | @kaekaha

Beruntungnya, bulan penuh berkah tahun 2022 kali ini, pembatasan sosial akibat pandemi covid-19 sudah semakin diperlonggar oleh pemerintah, sehingga beragam aktifitas sosial yang juga identik dengan bulan Ramadan, seperti berbagi takjil berupa wadai bingka barandam untuk berbuka puasa bisa dilaksanakan dengan baik.

Biasanya, wadai bingka barandam untuk takjil yang dibagi-bagi akan dikemas dalam plastik mika berbentuk mangkuk transparan yang bisa menampung sekitar enam biji kue berikut kuah kinca manisnya yang langsung merendam sebagain dari susunan kue-kuenya.  

Alhamdulillah atas ijin Allah SWT, berbagi takjil wadai bingka barandam untuk berbuka di sore harijuga menjadi salah satu aktifitas rutin keluarga besar kami di Kota 1000 Sungai. 

Semoga Bermanfaat!

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1443 H

Salam Matan Kota 1000 Sungai,
Banjarmasin nan Bungas!

Artikel ini juga tayang di Kompasiana pada 23 April 2022  jam  16:45 WIB (klik disini untuk membaca) dan terpilih menjadi salah satu dari total 3 pemenang  dalam lomba blog KPK-Kompasiana dengan tema "kuliner ramadan" . Alhamdulillah...

Kompasianer Banua Kalimantan Selatan | KOMBATAN